News

KPU Percaya Teknologi Indonesia Mampu Terapkan e-Rekap di Pilkada 2020


KPU Percaya Teknologi Indonesia Mampu Terapkan e-Rekap di Pilkada 2020
Layar menunjukan dokumen hasil pemilihan umum di luar negri saat Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Nasional atas Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu 2019 di Luar Negeri di gedung KPU, Menteng, Jakarta, Sabtu (4/5/2019). Rapat pleno dipimpin Ketua KPU Arief Budiman didampingi enam orang komisioner KPU lain. Turut hadiri Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP).  (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Rencana penggunaan sistem elektronik untuk rekapitulasi hasil Pilkada Serentak 2020 mendatang dipercaya akan dapat berjalan dengan baik.

Komisioner KPU RI, Pramono Ubaid Tanthowi, mengungkapkan bahwa teknologi yang dimiliki Indonesia saat ini sudah mampu menjalankan rekapitulasi elektronik atau e-rekap tersebut.

"Saya percaya kalau secara teknologi kita akan mampu," ungkapnya dalam sebuah diskusi di kantor Kode Inisiatif, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (31/7/2019).

Namun, Pramono mengaku, adanya potensi permasalahan yang diperkirakan akan timbul seiring dengan diberlakukannya sistem e-rekap tersebut. Misalnya saja, Pramono menyebutkan, kekhawatiran terkait suara yang telah disalurkan pada hari pemungutan suara apakah bakal sampai pada proses penghitungan atau tidak.

"Ini persis sama dengan pembangkit listrik tenaga nuklir. Kita sangat mampu menggunakannya, tapi orang akan ramai-ramai menolak, ini bahaya radiasi segala macem," ujarnya.

Untuk itu, Pramono mengatakan bahwa pihaknya tengah memberikan edukasi kepada publik dalam rangka meningkatkan kepercayaan sekaligus meyakini bahwa potensi-potensi seperti itu tidak akan terjadi dan mampu diatasi.

Karena, lanjut Pramono, KPU berpandangan bahwa semakin publik yang tidak percaya terhadap proses dan hasil Pemilu, maka bisa dipastikan akan semakin rendah pula legitimasi yang didapat.

"Maka KPU sekarang memberi edukasi agar orang percaya e-rekap ini," katanya.[]