Ekonomi

KPPU Endus Bau Kartel Minyak Goreng, Pemerintah: Kenapa Baru Sekarang?

geliat industri sawit sudah berlangsung ratusan tahun lalu, sehingga ia mengatakan tak mungkin ada permainan kartel minyak goreng


KPPU Endus Bau Kartel Minyak Goreng, Pemerintah: Kenapa Baru Sekarang?
Masyarakat antre minyak goreng (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan mengklaim geliat industri sawit sudah berlangsung ratusan tahun lalu, sehingga ia mengatakan tak mungkin ada permainan kartel terkait naiknya harga minyak goreng.

" Iklim usaha yang sehat kami dukung, hanya oligopoli ini sudah lama terjadi kenapa baru dideteksi sekarang. Seolah-olah sistem hulu hilir harus dibenahi padahal minyak goreng hanya satu dari 120 turunan produk dari minyak sawit," ujarnya.

Ia mengungkapkan penyebab harga minyak goreng naik disebabkan karena ketergantungan dengan harga Crude Palm Oil (CPO) internasional.

baca juga:

" Saya akui kebablasan pemerintah adalah membiarkan harga minyak goreng ketergantungan harga CPO internasional," tutur Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Oke Nurwan saat diskusi INDEF, Kamis (3/2/2022).

Untuk itu, saat ini pemerintah berupaya melepas harga minyak goreng domestik dari ketergantungan harga CPO Internasional lewat kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO).

Jika tak efektif, Oke Nurwan menjelaskan pemerintah akan mengeluarkan kebijakan lainnya untuk mengupayakan harga minyak goreng bisa murah.

" Bentuknya saat ini DPO dan DMO, saya keluarkan bentuk lain nanti tak bisa sekarang. Saya sudah siapakan tapi tak perlu drastis, makanya ada evolusi kebijakan walaupun jangka pendek," imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI Ukay Karyadi mengungkapkan pihaknya telah memanggil 4 perusahaan minyak goreng besar terkait dugaan kartel minyak goreng.

" Kita temukan empat pemain besar. Perusahaan tersebut mulai besok dipanggil oleh KPPU terkait indikasi kartel,"kata Ukay saat diskusi INDEF, Kamis (3/2/2022).