News

KPK Usut Pengeluaran Uang Lukas Enembe Sehari-hari

KPK Usut Pengeluaran Uang Lukas Enembe Sehari-hari
Gubernur Papua, Lukas Enembe, saat meresmikan Wisma Atlet dan Kantor KONI di Jayapura, Senin (24/8/2022). (ANTARA)

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi telah memeriksa Bendahara PT Tabi Bangun, Meike, dan pegawai PT Tabi Bangun, Willicius, pada Kamis (1/12/2022) di Jakarta.

Mereka didalami pengetahuannya terkait dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Juru Bicara KPK, Ali Fikri, mengatakan, keduanya didalami pengetahuannya terkait pengeluaran uang yang dilakukan untuk keperluan Lukas Enembe sehari-hari.

baca juga:

"Kedua saksi hadir dan didalami pengetahuannya, antara lain masih terkait dengan dugaan pengeluaran sejumlah uang untuk keperluan tersangka LE," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (2/12/2022).

Sementara itu, dua saksi lainnya yang juga dijadwalkan akan diperiksa di hari yang sama tidak memenuhi panggilan. Mereka adalah karyawan Tabi Pharmindo, Paulus, dan Cost Control PT Tabi Bangun, Fengki.

"Kedua saksi tidak hadir dan konfirmasi untuk penjadwalan ulang," kata Ali.

Penyidik KPK pada Rabu (30/11/2022) juga memeriksa sejumlah saksi. Salah satu pendalaman yang dilakukan terkait pelelangan proyek infrastruktur di Papua. Mereka yang didalami pengetahuannya yakni Plt Kepala Biro Pelayanan BPJ, Debora Salossa, dan Unit Layanan Pengadaan (ULP), Kristina Lilyana.

"Kedua saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan lelang proyek infrastruktur di Provinsi Papua," jelas Ali.

Lembaga antirasuah hingga kini masih terus mengusut kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat Lukas Enembe. Tim penyidik terus berupaya mengumpulkan informasi dan alat bukti terkait perkara tersebut. Upaya yang dilakukan diantaranya melakukan penggeledahan maupun pemeriksaan para saksi yang mengetahui kasus itu.

Lukas Enembe terjerat kasus suap sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yang melibatkan APBD Papua. Dia diduga menerima gratifikasi untuk memuluskan perizinan proyek tersebut.

Selain itu, Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) juga telah menelusuri adanya aliran dana mencurigakan dari rekening Gubernur Papua itu dan keluarganya.

PPATK menyebut adanya transfer dari rekening Lukas Enembe dan keluarganya ke rekening sebuah tempat perjudian di luar negeri yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah. 

Transfer dianggap ganjil karena Lukas Enembe disebut tidak memiliki usaha yang bisa membuktikan dana tersebut legal. Namun, pihak kuasa hukum menyatakan bahwa Lukas Enembe memiliki tambang emas ilegal yang sedang diurus perizinannya.