News

KPK Ungkap Alasan Belum Umumkan Sosok Tersangka Korupsi Stadion Mandala Krida

KPK Ungkap Alasan Belum Umumkan Sosok Tersangka Korupsi Stadion Mandala Krida


KPK Ungkap Alasan Belum Umumkan Sosok Tersangka Korupsi Stadion Mandala Krida
Foto aerial Stadion Mandala Krida di Baciro, DI Yogyakarta, Kamis (30/1). ( ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap alasan belum diumumkannya sosok tersangka dalam dugaan kasus korupsi pekerjaan pembangunan Stadion Mandala Krida Yogyakarta APBD Tahun Anggaran 2016-2017 yang masuk ke ranah penyidikan akhir 2020 lalu.

"Kita punya kebijakan, tersangka akan kita umumkan bersamaan dengan upaya paksa yang kita lakukan. Jadi dengan melakukan penahanan," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Warung Kopi Klotok, Pakem, Sleman, Jumat (29/10/2021).

Alex berujar, pihaknya berjanji untuk mengumumkan sosok tersangka ini ketika tiba masa penahanan nanti.

"Prinsipnya begini memang tidak ada orang yang berkeinginan untuk memperlambat urusan perkara. Tapi perlu dipahami bahwa proses penyidikan adalah proses, namanya penyidikan," kata Ketua KPK Firli Bahuri menambahkan.

Firli Bahuri melanjutkan, penyidikan dalam dugaan kasus ini terus bergulir sejalan prosedur berlaku. Mulai dari pemeriksaan saksi, pengumpulan barang bukti, ungkap perkara, hingga penetapan tersangka nantinya.

"Proses tidak bisa cepat-cepat. Kita juga tidak boleh cepat-cepat menetapkan tersangka. Kita prinsip menetapkan tersangka ketika kita sudah menemukan alat bukti. Kita akan mengumumkan ke publik pada saatnya," pungkasnya.

Kasus dugaan korupsi pekerjaan pembangunan Stadion Mandala Krida Yogyakarta APBD Tahun Anggaran 2016-2017 telah terendus KPK sejak 2020 lalu. Lembaga antirasuah itu telah melangsungkan serangkaian pemeriksaan saksi setelahnya, di mana Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji adalah salah satunya.

Sepanjang upaya pengusutan dugaan kasus ini, KPK juga pernah menyita beberapa dokumen lewat upaya penggeledahan di Kantor Badan Pemuda dan Olahraga DIY dan Kantor Dinas Pendidikan dan Olahraga DIY pada 18 Februari 2021 lalu. []