News

KPK Tidak Siap Lawan Setnov, Sidang Praperadilan Ditunda Pekan Depan


KPK Tidak Siap Lawan Setnov, Sidang Praperadilan Ditunda Pekan Depan
Hakim tunggal Cepi Iskandar (kanan) memimpin sidang perdana gugatan praperadilan yang diajukan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (Setnov) di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (12/9) (ANTARA)

AKURAT.CO, Sidang praperadilan yang diajukan Ketua DPR, Setya Novanto terkait penetapan statusnya sebagai tersangka yang dilakukan oleh KPK akhirnya resmi ditunda hingga Rabu pekan depan (20/9).

Hal tersebut disampaikan oleh Hakim Cepi Iskandar yang menyatakan bahwa pihaknya mengabulkan permintaan pihak termohon yang dalam hal ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menunda sidang sementara untuk menyiapkan dokumen dan administrasi yang terkait ‎dengan masalah praperadilan.

Surat tentang permohonan penundaan sidang itu pun saat ini telah diserahkan tim biro hukum KPK yang hari ini hadir dalam ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan(PN Jaksel).

"Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selaku termohon, memohon permintaan penundaan sidang untuk penyiapan administrasi dan lain-lainnya," ujar Hakim Tunggal Cepi Iskandar dalam Ruang Sidang PN Jaksel, Selasa (12/9).

Permohonan penundaan tersebut sempat ditolak oleh pihak pemohon yang tak lain merupakan tim kuasa hukum Setya Novanto yang merasa keberatan dengan adanya penundaan waktu yang terlalu lama. Sehingga meminta Hakim menunda sidang tersebut hingga tiga hari kedepan, bukan malah pekan depan.

Selain itu, ‎pihak Pemohon juga meminta Hakim untuk membuat jadwal dan agenda sidang yang akan digelar paling lama 7 hari sudah putusan, agar bisa menyiapkan, bukti, saksi dan ahli yang akan dihadirkan.

"Kami minta 3 hari sesuai ketentuan yang ada. Waktu 3 minggu terlalu lama," ujar kuasa hukum Setya Novanto, Ketut Mulya Arsana.

Dengan adanya permohonan kedua belah pihak, akhirnya Hakim Tunggal, Cepi Iskandar memutuskan untuk menunda sidang selama satu pekan.

"Sidang berikutnya pada Rabu (20/9), dalam persidangan pekan depan pihak pemohon sudah membacakan permohonannya dan kalau bisa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekaligus untuk menjawabnya. agar tidak tersia-siakan (waktu)," ujar Hakim Cepi Iskandar tegas.

Diketahui, sidang ini merupakan gugatan yang diajukan oleh Ketua DPR Setya Novanto terkait penetapan status tersangka yang dilakukan oleh KPK dalam kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP.

Gugatan praperadilan tersebut didaftarkan oleh tim advokasi Novanto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Senin lalu(4/9)dan teregister dalam Nomor 97/Pid.Prap/2017/PN Jak.Sel. ‎[]