News

KPK Tetapkan Tersangka Suap Bantuan Anggaran Pemprov Jatim ke Tulungagung

"Nanti saat upaya paksa penangkapan maupun penahanan, KPK akan mengumumkan pihak-pihak mana saja yang ditetapkan sebagai tersangka.."


KPK Tetapkan Tersangka Suap Bantuan Anggaran Pemprov Jatim ke Tulungagung
Gedung Merah Putih KPK (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menyelidiki kasus dugaan suap pengalokasian anggaran bantuan keuangan Provinsi Jawa Timur untuk Kabupaten Tulungagung tahun 2014-2018. Penyelidikan dilakukan lembaga anti rasuah merupakan hasil pengembangan kasus. 

"Dalam penyidikan ini KPK telah menetapkan beberapa pihak sebagai tersangka," kata Jurubicara KPK Ali Fikri, Rabu (29/6/2022).

Meski begitu, Ali tidak merinci identitas para tersangka dan detail perkara. Ia berjanji akan memberikan penjelasan ke publik di lain kesempatan.

baca juga:

"Nanti saat upaya paksa penangkapan maupun penahanan, KPK akan mengumumkan pihak-pihak mana saja yang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk konstruksi perkara dan pasal pidana yang disangkakan," katanya. 

Ali mengungkap pemanggilan berbagai pihak sebagai saksi merupakan salah satu upaya pengumpulan alat bukti yang dilakukan oleh tim penyidik, dan saat ini sedang berjalan. 

"KPK berharap dukungan masyarakat yang apabila memiliki berbagai informasi terkait perkara ini untuk segera dapat menyampaikan pada tim penyidik KPK untuk segera kami dalami info dimaksud," demikian kata Ali Fikri.

Periode 2014-2018, Tulungagung dipimpin duet Syahri Mulyo-Maryoto Birowo. Keduanya dilantik menjadi bupati dan wakil bupati setelah berhasil memenangkan pilkada Tulungagung 2013.

Kemenangan Syahri Mulyo-Maryoto Birowo berlanjut pada pilkada Tulungagung tahun 2018. Gubernur Jawa Timur Soekarwo melantik keduanya pada Selasa, 25 September 2018.

Namun, Syahri tidak lama merasakan menjadi orang nomor satu di Tulungagung untuk kedua kalinya. Tiga menit setelah pelantikan dia dinonaktifkan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo karena ditetapkan tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan suap terkait proyek di Kabupaten Tulungagung.

KPK menduga Syahri menerima suap Rp 2,5 miliar dari kontraktor bernama Susilo Prabowo terkait proyek infrastruktur peningkatan jalan di Dinas PUPR Tulungagung. KPK menangkap Syahri dalam operasi tangkap tangan pada 6 Juni 2018.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya kemudian memvonis Syahri dengan hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp700 juta pada sidang korupsi yang digelar Kamis, 14 Februari 2019.[]