News

KPK Tetapkan Tersangka Baru Kasus Dugaan Suap Pengurusan Perkara di MA

KPK Tetapkan Tersangka Baru Kasus Dugaan Suap Pengurusan Perkara di MA
Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri di Gedung Rupbasan, Jakarta Timur (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah melakukan pengembangan kasus dugaan suap kepengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA). Hasilnya, terdapat tersangka yang baru ditetapkan dalam perkara pengurusan perkara di MA itu.

Pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri menuturkan bahwa pihaknya dalam menangani perkara tak terpengaruh dengan adanya kebijakan yang ada di MA. Komisi antirasuah, kata Ali, akan tetap bekerja mengumpulkan bukti untuk bisa mengembangkan kasus yang tengah diusut penyidik KPK.

"Proses penyidikan tetap berjalan. Pengumpulan dan melengkapi alat bukti terus kami lakukan," kata Ali dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (9/11/2022).

baca juga:

Meski begitu Ali tidak bersedia menjelaskan lebih rinci terkait siapa saja dan berapa orang total tersangka yang baru saja ditetapkan pihaknya tersebut. Sebab Ali beralasan pendalaman terhadap kasus itu masih terus dilakukan. KPK juga meyakini MA memberikan dukungan penuh dalam pengusutan perkara yang membelit Salahc satu Hakim Agung.

"Kami juga yakin MA tetap mendukung upaya KPK dalam rangka menuntaskan perkara tersebut," ucap Ali.

Ali memastkan KPK akan memberikan informasi dan membeberkan seluruh temuan itu ke publik. Kendati demikian lembaga antikorupsi, meminta agar masyarakat bersabar selama penyodik melengkapi informasi dan berkas perkara terkait kasus tersebut.

Diketahui KPK telah menetapkan 10 orang menjadi tersangka. Selain Sudrajad Dimyati, mereka adalah Elly Tri Pangestu, Hakim Yustisial atau panitera pengganti MA; Desy Yustria dan Muhajir Habibie, PNS pada Kepaniteraan MA; Nurmanto Akmal dan Albasri, PNS MA; Yosep Parera dan Eko Suparno, pengacara; Heryanto Tanaka dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto, swasta atau debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana.

Kasus ini terbongkar lewat operasi tangkap tangan yang digelar beberapa waktu lalu. Sudrajad diduga menerima suap untuk memenangkan gugatan perdata kepailitan Koperasi Simpan Pinjam Intidana di Pengadilan Negeri Semarang.

Yosep Parera dan Eko Suparno diduga menyerahkan uang 205 ribu dolar Singapura atau senilai Rp 2,2 miliar ke Desy Yustria untuk pengurusan perkara tersebut. Dari total uang suap itu, Desy menerima jatah Rp250 juta, sementara Muhajir Rp850 juta dan Elly Rp100 juta. Adapun Sudrajad menerima uang Rp800 juta. []