News

KPK Terus Usut Kasus Dugaan Korupsi LNG Pertamina, Dalami Proses Pengadaan

Pendalaman tersebut telah dikonfirmasi dan didalami lewat pemeriksaan sejumlah saksi yang dilakukan tim penyidik pada Selasa (28/6/2022).


KPK Terus Usut Kasus Dugaan Korupsi LNG Pertamina, Dalami Proses Pengadaan
Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami adanya proses awal kasus pengadaan pembelian Liquefied Natural Gas (LNG) oleh Pertamina tahun 2011-2021.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri mengatakan pendalaman tersebut telah dikonfirmasi dan didalami lewat pemeriksaan sejumlah saksi yang dilakukan tim penyidik pada Selasa (28/6/2022).

Mereka adalah Karyawan Pertamina Rina Kartika Sari, Wiko Migantoro, dan Achmad Khoiruddin. Kemudian satu saksi lainnya yakni pensiunan Pertamina Djohardi Angga Kusumah.

baca juga:

"Para saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain masih terkait pendalaman soal mekanisme proses awal dilakukannya pengadaan Liquefied Natural Gas (LNG) di PT PTMN (Pertamina) tahun 2011-2021," ucap Ali dalam keterangannya, Rabu (29/6/2022).

Sementara itu, Ali menyebut tim penyidik sebenarnya juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua saksi lainnya. Namun kedua saksi tersebut mangkir, Pihak KPK berencana akan melakukan penjadwalan ulang terhadap dua saksi yang tidak hadir itu.

"Didik Sasongko Widi (Karyawan PT Pertamina), Isabella Hutahaean (Pegawai Pertamina). Kedua saksi tidak hadir dan penjadwalan ulang akan segera dilakukan," tuturnya.

Terkait dengan kasus tersebut, KPK telah memberikan informasi bahwa lembaga anti rasuah telah menaikkan kasus tersebut dari proses penyelidikan ke penyidikan.

"Benar (penyidikan), memang berdasarkan pengumpulan serangkaian kegiatan, pengumpulan bahan keterangan kemudian kami melakukan proses penyelidikan dan ditemukan peristiwa pidana korupsi sehingga kami menaikan ke tahap penyidikan yaitu atas dugaan korupsi terkait dengan pegadaan liquid atau gas atau LNG PT Pertamina tahun 2011-2021," ucap Plt Jubir KPK Ali Fikri.

Dalam kasus tersebut KPK juga telah mengantongi identitas tersangka. Namun belum dapat mempublikasikannya hingga ada upaya paksa penangkapan ataupun penahanan.

"Tapi prinsipnya tentu karena ini proses penyidikan pasti kami sudah ada tersangkanya, tapi secara teknis kami terus kumpulkan bukti-bukti dahulu, baru kami umumkan secara resmi," tambahnya.

"Namun demikian tentu perlu juga kami sampaikan terkait dengan siapa yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini, kemudian nanti konstruksi perkaranya seperti apa, pasal-pasal yang diterapkan, itu kami nanti akan sampaikan pada saat setelah pengumpulan dan bukti-bukti itu cukup," tutur Ali Fikri.[]