News

KPK Telisik Proyek Pembangunan Toilet Sekolah Rp96,8 Miliar

Tim penyelidik KPK telah meminta keterangan dari sejumlah pihak untuk mengklarifikasi dugaan rasuah pembangunan toilet senilai Rp96,8 miliar.


KPK Telisik Proyek Pembangunan Toilet Sekolah Rp96,8 Miliar
Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) (AKURAT.CO/Bayu Primanda)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menindaklanjuti dugaan perkara korupsi pembangunan toilet di sejumlah sekolah di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Tim penyelidik KPK telah meminta keterangan dari sejumlah pihak untuk mengklarifikasi dugaan rasuah tersebut. "Kami mengundang para pihak yang diduga mengetahui itu untuk dimintai keterangan, diklarifikasi jadi belum yang 'pro justitia' ya," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Jakarta, Rabu (27/10/2021).

Sebelumnya, KPK menerima laporan dari masyarakat atas dugaan korupsi tersebut. KPK menerbitlan surat perintah penyelidikan.

"Kami sudah menerbitkan surat penyelidikan untuk dilakukan verifikasi, klarifikasi terhadap para pihak yang diduga mengetahui," katanya.

Namun, KPK sampai saat ini belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Seperti diketahui, pembangunan toilet di 488 sekolah tingkat SD dan SMP di Kabupaten Bekasi sempat menjadi sorotan. Penyebabnya, pembangunan satu toilet sekolah itu menghabiskan dana sekitar Rp198.550.000 berdasarkan dokumen yang dilansir situs lpse.bekasikab.go.id.

Pembangunan toilet itu menggunakan dana dari APBDP 2020 Kabupaten Bekasi. Jika ditotal, maka keseluruhan proyek pembangunan toilet itu mencapai kurang lebih Rp 96,8 miliar.

Diketahui,  pengadaan proyek pembangunan toilet itu berada di bawah Dinas Cipta Kerja dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi. Berdasarkan data yang dilansir sirup.lkpp.go.id, proyek itu merupakan pengerjaan konstruksi dengan metode pemilihan pengadaan langsung. Pelaksanaan kontraknya Oktober-Desember 2020.

Dari penelusuran, salah satu sekolah yang dapat proyek ini antara lain SDN Mangunjaya 04 di Jalan Kedondong, Kecamatan Tambun Selatan.

Dari dokumen yang ada, ukuran toilet itu hanya berukuran 2x2 meter yang terpisah dengan bangunan utama sekolah. Ada dua bilik yang dilengkapi dua toilet jongkok. Rencananya akan juga dilengkapi dengan 3 urinoir dan tempat wudhu plus wastafel.

Sebelumnya, Kepala Bidang Bangunan Negara Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi, Benny Sugiarto Prawiro mengatakan, pembangunan WC di 488 sekolah itu memang sudah dianggarkan untuk menerapkan konsep adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi corona. 

Dan dalam pembangunan di tiap-tiap toilet yang menerapkan konsep adaptasi kebiasaan baru akan dibangun dua ruang toilet, dua unit urinoir, tempat wudu dan tujuh wastafel.[]