News

KPK Telisik Penerimaan Uang Aa Umbara dari Para Kontraktor 

Pemberian itu agar jatah paket pengadaan bansos yang diterima Tersangka MTG bertambah


KPK Telisik Penerimaan Uang Aa Umbara dari Para Kontraktor 
Gedung KPK (AKURAT.CO)

AKURAT.CO, Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelisik dugaan aliran penerimaan uang dari para kontraktor terkait kasus dugaan suap pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 pada Dinsos Pemkab Kabupaten Bandung Barat tahun 2020. 

Pada Senin (26/7/2021) kemarin, KPK memeriksa Bupati nonaktif Bandung Barat Aa Umbara Sutisna sebagai saksi untuk tersangka lain M Totoh Gunawan. 

“Tersangka AUM diperiksa sebagai saksi sekaligus tersangka, tim penyidik mengkonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan adanya aliran penerimaan uang dengan berbagai persentase yang diterima tersangka dari para kontraktor yang mengerjakan proyek Bansos pada Dinsos Pemkab Kabupaten Bandung Barat tahun 2020,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (27/7/2021).

Penyidik KPK juga turut memeriksa M Totoh Gunawan untuk mengkonfirmasi dugaan adanya pemberian sejumlah uang dan pemberian lainnya kepada tersangka Aa Umbara.

“Pemberian itu agar jatah paket pengadaan bansos yang diterima Tersangka MTG bertambah,” tegas Ali.

Diketahui, M Totoh Gunawan (MTG) adalah pemilik PT Jagat Dirgantara (JDG) dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL). Aa umbara dan M Totoh Gunawan sama-sama ditetapkan sebagai tersangka dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi COVID-19 pada Dinas Sosial Bandung Barat Tahun 2020.

KPK juga telah menetapkan Andri Wibawa (AW) dari swasta/anak Aa Umbara sebagai tersangka.

Kasus ini berawal pada Maret 2020 saat mulai pandemi COVID-19. Pemkab Bandung Barat kemudian menganggarkan sejumlah dana untuk penanggulangan pandemi COVID-19 dengan melakukan "refocusing" anggaran APBD Tahun 2020 pada Belanja Tidak Terduga (BTT).

Dengan menggunakan bendera CV Jayakusuma Cipta Mandiri (JCM) dan CV Satria Jakatamilung (SJ), Andri mendapatkan paket pekerjaan dengan total senilai Rp36 miliar untuk pengadaan paket bahan pangan Bantuan Sosial Jaring Pengaman Sosial (Bansos JPS).

Sedangkan M Totoh dengan menggunakan PT JDG dan CV SSGCL mendapakan paket pekerjaan dengan total senilai Rp15,8 miliar untuk pengadaan bahan pangan Bansos JPS dan Bantuan Sosial terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (Bansos PSBB).

Dari kegiatan pengadaan tersebut, Aa Umbara diduga telah menerima uang sejumlah sekitar Rp1 miliar yang sumbernya disisihkan oleh M Totoh dari nilai harga per paket sembako yang ditempelkan stiker bergambar Aa Umbara untuk dibagikan pada masyarakat Kabupaten Bandung Barat.

Sementara M Totoh diduga telah menerima keuntungan sejumlah sekitar Rp2 miliar dan Andri diduga menerima keuntungan sejumlah sekitar Rp2,7 miliar.

Selain itu, Aa Umbara diduga menerima gratifikasi dari berbagai dinas di Pemkab Bandung Barat dan para pihak swasta yang mengerjakan berbagai proyek di Kabupaten Bandung Barat sejumlah sekitar Rp1 miliar dan fakta ini masih terus akan didalami oleh tim penyidik KPK. []