News

KPK Telisik Aliran Dana Bupati Nonaktif PPU

Ali Fikri menyebut pendalaman tersebut didapati usai memeriksa dua saksi pada Kamis (4/8/2022)

KPK Telisik Aliran Dana Bupati Nonaktif PPU
Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud (tengah) bersama sejumlah pihak mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan terkait operasi tangkap tangan (OTT) di gedung KPK, Jakarta, Kamis (13/1/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelisik penggunaan aliran sejumlah uang hasil suap Bupati nonaktif Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Ghafur Mas'ud. Abdul Ghafur diduga menggunakan uang tersebut untuk kepentingan pribadi.

Pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri mengatakan, pendalaman tersebut dilakukan lewat dua saksi, yakni Bendum Partai Demokrat DPC Kota Balikpapan Nur Afifah Balqis dan Direktur PT Transwisata Prima Aviation Rustam Suhanda. Kedua saksi telah diperiksa pada Kamis (4/8/2022) kemarin.

"Kedua saksi hadir," ujar Ali dalam keterangannya, Jumat (5/8/2022).

baca juga:

Sebelumnya, KPK membuka penyidikan baru terkait adanya dugaan tindak pidana lain yang dilakukan Abdul Gafur Mas'ud. Pidana lain yang diduga dilakukan Abdul Ghafur terkait penyertaan modal pada perusahaan umum daerah tahun 2019-2021. Perkara ini merupakan hasil pengembangan dari kasus suap proyek izin lahan di PPU. Kasus ini sudah mencapai tahap persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, Kalimantan.

Dalam pembacaan dakwaan jaksa KPK, Ghafur didakwa menerima suap sebesar Rp5,7 miliar. Uang tersebut didapatnya dari sejumlah perusahaan terkait pengurusan izin di Penajam Paser Utara.[]