News

KPK Tanggapi 'Nyanyian' Mantan Penyidik Soal Percakapan Lili Pintauli dengan Syahrial

KPK siap menggali keterlibatan pihak lain dari saksi-saksi lain yang akan dihadirkan dalam persidangan. 


KPK Tanggapi 'Nyanyian' Mantan Penyidik Soal Percakapan Lili Pintauli dengan Syahrial
Plt Jubir KPK Ali Fikri (ANTARA FOTO)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan menindaklanjuti 'nyanyian' mantan Penyidik KPK asal Polri Stephanus Robin Pattuju dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Kota Medan, Senin (26/7/2021) kemarin. 

Stephanus dihadirkan sebagai saksi dalam kasus jual beli jabatan  di Pemerintah Kota Tanjungbalai yang telah menersangkakan Wali Kota Tanjungbalai Nonaktif M Syahrial.

Dalam kesaksiannya, Stephanus mengungkap dugaan komunikasi antara Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dengan Syahrial. 

"Seluruh keterangan saksi maupun fakta-fakta persidangan lainnya dalam perkara ini tentu akan dikonfirmasi kembali kepada saksi-saksi yang akan dihadirkan dan alat bukti lainnya pada agenda-agenda persidangan berikutnya," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (27/7/2021).

Ali menyatakan KPK siap menggali keterlibatan pihak lain dari saksi-saksi lain yang akan dihadirkan dalam persidangan. 

"Prinsip kami jika kemudian dari seluruh kesimpulan hasil persidangan diperoleh fakta-fakta hukum adanya perbuatan saksi SRP (Stepanus Robin Pattuju) maupun pihak lain terkait adanya dugaan perbuatan pada kasus lain dan tentu berdasarkan setidaknya dua alat bukti yang kemudian ditemukan baik dalam proses penyidikan maupun persidangan maka kami memastikan akan menindaklanjutinya sesuai kewenangan KPK," kata Ali.

Diketahui, Stephanus dihadirkan sebagai saksi di persidangan kasus dugaan suap penanganan perkara di KPK dengan terdakwa Syahrial di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan.

'Nyanyian' Stephanus berawal saat jaksa penuntut umum menggali soal permintaan bantuan hukum oleh Syahrial kepada seseorang bernama Fahri Aceh. Bantuan hukum terkait penyelidikan kasus jual-beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai.

"Apakah betul Pak Syahrial pernah menyampaikan mau mengurus minta bantuan terkait dengan permasalahan hukumnya tadi yang jual-beli jabatan ini kepada Fahri Aceh?" tanya jaksa KPK di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (26/7/2021). "Seperti itu, pak," jawab Robin.

Kemudian jaksa menggali lebih dalam. Jaksa bertanya atas saran siapa Syahrial meminta bantuan kepada Fahri Aceh. Robin menyebut nama Lili Pintauli Siregar. "Atas saran dari Ibu Lili Pintauli Siregar, pak," kata Robin.

"Bu Lili siapa?" tanya jaksa lagi.

"Setahu saya dia adalah wakil ketua KPK," jawab Robin.

Jaksa lantas kembali mendalami komunikasi antara Robin dengan Syahrial. Jaksa bertanya selain soal Fahri Aceh, pembahasan apa lagi yang sempat dilakukan antara Robin dengan Syahrial.

"Selain Fahri Aceh, apalagi yang disampaikan oleh terdakwa (Syahrial) terkait dengan komunikasi dengan Ibu Lili?" tanya jaksa.

Robin bercerita bagaimana Syahrial yang dihubungi Lili saat berkas penyelidikan kasus jual-beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai ada di atas meja kerja Lili.

"Di awal terdakwa menyampaikan bahwa baru saja ditelpon oleh Bu Lili yang menyampaikan bahwa 'Yal, bagaimana? Berkas kamu di meja saya nih' itu Bu Lili kepada terdakwa saat itu, pak," kata Robin.

"Kemudian terdakwa menyampaikan kepada Bu Lili 'bantu lah bu', kemudian setelah itu, Bu Lili menyampaikan 'ya sudah ketemu dengan orang saya di Medan, namanya Fahri Aceh," kata Robin mengulang cerita Syahrial saat berkomunikasi dengan Lili.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka yakni penyidik KPK asal kepolisian Stepanus Robin Pattuju (SRP), Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Syahrial (MS), dan pengacara Maskur Husain (MH).

KPK menduga, penyidik Robin menerima suap untuk mengurus perkara di KPK yang menyeret nama Syahrial. Robin yang merupakan penyidik KPK asal Polri bersama dengan Maskur Husain menyepakati agar perkara dugaan korupsi yang menyeret Syahrial di KPK tak lagi dilanjutkan.[]