News

KPK Sorot Proyek Mangkrak di Kaltim, Salah Satunya Pembangunan Gereja Rp50,7 Miliar

KPK memandang pengelolaan aset barang milik daerah (BMD) sebagai salah satu upaya penting adanya pencegahan korupsi.


KPK Sorot Proyek Mangkrak di Kaltim, Salah Satunya Pembangunan Gereja Rp50,7 Miliar
Proyek Pembangunan Jembatan yang Mangkrak di Kalimantan (Dok. Humas KPK)

AKURAT.CO, Direktorat Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah IV Komisi Pemberantasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti adanya sejumlah proyek pembangunan infrastuktur yang mangkrak di wilayah Kalimantan Timur.

"Dalam rapat koordinasi (rakor) pemberantasan korupsi sektor infrastruktur di Kabupaten Kutai Barat, Rabu 22 Juni 2022, KPK mengingatkan pentingnya pembangunan infrastruktur untuk mendukung pemerataan pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kutai Barat. Namun, KPK mendapati sejumlah proyek dan aset mangkrak serta tidak dimanfaatkan," ucap Plt Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan Ipi Maryati dalam keterangannya, Rabu (22/6/2022).

Ipi membeberkan sejumlah aset yang mangkrak diantaranya pembangunan Jalan Bung Karno yang terletak di Desa Juaq Asa, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat. Jalan tersebut memiliki panjang 12 kilometer ini merupakan proyek multiyears.

baca juga:

Ipi menyampaikan Jalan Bung Karno memiliki peran penting sebagai jalur pendekat bagi masyarakat Kecamatan Tering yang menuju Barong Tongkok sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Kutai Barat.

"Proyek ini mulai dikerjakan sejak 2012 dan hingga tahun 2022 proyek tersebut belum selesai. Dari data yang KPK terima proyek tersebut telah menelan dana sekurangnya Rp582 Miliar," ungkap Ipi.

KPK Soroti Sejumlah Proyek yang Mangkrak di Kalimantan Timur - Foto 1
Proyek Pembangunan Jalan yang Mangkrak di Kalimantan Timur (Dok. Humas KPK)

Selain itu, lanjut Ipi, pembangunan Pelabuhan Royoq di wilayah Hulu Mahakam, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat juga mengalami hal yang sama. Pembangunannya tersendat alias mangkrak.

"Proyek ini dikerjakan pada 2009 – 2011 dan dilanjutkan tahun jamak tahap II pada 2012 – 2015 dan telah menghabiskan anggaran sekitar Rp58,5 miliar. Namun, sampai dengan tahun 2022 proyek tersebut belum selesai," jelas Ipi.

Selanjutnya, Ipi menyampaikan pembangunan yang mangkrak juga terjadi pada pembangunan Jembatan Aju Tullur Jejangkat (ATJ). Proyek jembatan yang dibangun sepanjang 1040 meter tersebut, untuk memangkas adanya jarak tempuh 100 kilometer dari arah Samarinda-Kutai Barat dan sebaliknya.

"Proyek mulai dikerjakan sejak 2012 dan telah menyerap anggaran lebih dari Rp300 miliar. Dan, saat ini proyek tersebut tidak dilanjutkan," tuturnya.