News

KPK Sita Uang Rp2,1 Miliar Diduga Hasil Suap Bupati Langkat Terbit

Uang sebesar Rp2,1 miliar berhasil disita tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat melakukan penggeledahan di sejumlah tempat di Kabupaten Langkat.


KPK Sita Uang Rp2,1 Miliar Diduga Hasil Suap Bupati Langkat Terbit
Gedung KPK (AKURAT.CO)

AKURAT.CO, Uang sebesar Rp2,1 miliar berhasil disita tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat melakukan penggeledahan di sejumlah tempat di Kabupaten Langkat. Uang itu diduga terkait kasus suap Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin (TRP).

"Sejauh ini dari perhitungan sementara berjumlah sekitar Rp2,1 miliar," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Senin (31/1/2022).

KPK menduga uang Rp2,1 miliar itu merupakan bagian dari penerimaan suap yang diterima oleh tersangka Terbit baik langsung maupun melalui perantara dari orang kepercayaannya.

baca juga:

"Saat ini, tim penyidik akan melakukan pendalaman atas dugaan aliran sejumlah uang yang diterima oleh tersangka TRP dengan mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi," ucap Ali.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah perusahaan PT Dewa Rencana Perangin Angin (DRP) diduga milik tersangka Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin (TRP).

Penggeledahan dilakukan dalam penyidikan dugaan suap terkait pekerjaan pengadaan barang dan jasa tahun 2020-2022 di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Dari penggeledahan itu, tim KPK berhasil mengamankan sejumlah uang tunai dan beberapa dokumen transaksi keuangan. Penggeledahan digelar pada Rabu (26/1/2022).

"Tim penyidik telah selesai melakukan upaya paksa penggeledahan di wilayah Kabupaten Langkat, Sumut. Lokasi yang dituju, yaitu perusahaan yang diduga milik tersangka TRP, yaitu PT DRP," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (27/1/2022).

Dokumen transaksi keuangan tersebut, kata Ali, akan dianalisis kembali dan disita untuk menguatkan dugaan perbuatan tersangka Terbit dan kawan-kawan.