News

KPK Sebut Tim Medis Lukas Enembe Tak Bisa Jawab Pertanyaan Dokter Soal Kesehatan

KPK Sebut Tim Medis Lukas Enembe Tak Bisa Jawab Pertanyaan Dokter Soal Kesehatan
Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Senin (26/9/2022) (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meragukan adanya pernyataan soal kondisi kesehatan Gubernur Papua Lukas Enembe. Sebab, tim medis Lukas yang pada Jumat (23/9/2022) lalu ke markas KPK tak bisa menjawab sejumlah pertanyaan dokter lembaga antirasuah soal kebutuhan kesehatan yang dibutuhkan Lukas.

"Kami juga punya tim medis dan ketika bertanya pada tim medis yang bersangkutan (Lukas), ternyata juga bisa tidak bisa menjawab apa yang dibutuhkan," kata juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Senin (26/9/2022).

Ali mengungkapkan pihaknya bakal segera berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk memastikan kondisi kesehatan Lukas. 

baca juga:

Ali menuturkan adanya bantuan dari IDI dinilai dibutuhkan untuk bisa membantu memastikan kondisi kesehatan Lukas. Sebab tim media Lukas bahkan tak bisa memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh dokter KPK.

"Hal-hal yang kecil, teknis ternyata kemarin yang datang tidak bisa menjelaskan, ini yang kami kemudian menyayangkan sikap-sikap semacam ini," ujar Ali.

Meski begitu Ali menjelaskan langkah yang diambil pihaknya itu bukan mengartikan ketidakpercayaan KPK terkait alasan Lukas sedang sakit. Namun lembaga antirasuah, sambung Ali, hanya ingin memastikan kondisi kesehatan dari Lukas.

"Kalau memang benar-benar sakit kami menjunjung tinggi hak asasi manusia, bahwa kesehatan adalah hak dasar," tutur Ali.

Sebagai informasi, KPK sedianya menjadwalkan pemeriksaan terhadap Lukas Enembe sebagai tersangka hari ini, Senin (26/9/2022). Lukas sedianya dijadwadlkan bakal diperiksa di Gedung Merah Putih KPK. Lukas merupakan tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait APBD di Papua.

Lukas sudah dua kali dipanggil untuk menjalani pemeriksaan namun mangkir karena alasan sakit. Lukas bahkan telah mengajukan permintaan status pencegahannya dicabut agar bisa menjalani pemeriksaan kesehatan di Singapura. 

KPK menyebut dugaan rasuah Lukas bukan satu kasus meski detail kasusnya belum dijelaskan.

"Beberapa perkara yang sedang ditangani menyangkut LE (Lukas Enembe) bukan hanya satu ya. Ada beberapa sedang kita tangani," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto.

Belakangan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD juga menyebut terdapat kasus lain yang sedang didalami. Kasus tersebut adalah dugaan korupsi pengelolaan dana Pekan Olahraga Nasional (PON) dan pengelolaan dana operasional pimpinan.[]