News

KPK Periksa Koordinator Proyek Jalan di Bengkalis

Febriyon yang merupakan petinggi PT Rimbo Peraduan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka M Nasir


KPK Periksa Koordinator Proyek Jalan di Bengkalis

AKURAT.CO Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap koordinator proyek PT Rimbo Peraduan, Febriyon terkait kasus korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis.

Pelaksana Tugas Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri mengatakan Febriyon diperiksa sebagai saksi.

"Beliau diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MNS (M Nasir)," katan dia, Kamis (19/5/2022).

baca juga:

Pemeriksaan terhadap Feriyon dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. 

Ali tidak menjelaskan rinci terkait materi pemeriksaan. Namun pemeriksaan dilakukan guna melengkapi berkas perkara.

Diketahui, KPK menetapkan M Nasir sebagai tersangka dalam lima kasus. Terakhir, pada 11 Agustus 2017, KPK mengumumkan M Nasir sebagai tersangka proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis, tahun anggaran 2013-2015.

Sebelumnya, M Nasir menjadi tersangka dalam kasus korupsi proyek pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri (multiyears) TA 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp152 miliar. Ia ditetapkan sebagai tersangka bersama Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar (HOS).

M Nasir juga menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait dengan proyek tahun jamak (multiyears) peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu-Siak Kecil di Kabupaten Bengkalis TA 2013-2015 dengan taksiran kerugian negara sebesar Rp156 miliar. M Nasir ditetapkan sebagai tersangka bersama dua orang lainnya, yakni Handoko Setiono (HS) dan Melia Boentaran (MB) selaku kontraktor.

Kemudian, KPK menetapkan M Nasir tersangka korupsi proyek peningkatan Jalan Lingkar Pulau Bengkalis (multiyears) TA 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp126 miliar. 

Dalam perkara ini M Nasir ditetapkan sebagai tersangka bersama Tirtha Adhi Kazmi (TAK) selaku PPTK serta empat kontraktor, masing-masing adalah I Ketut Suarbawa (IKS) Petrus Edy Susanto (PES), Didiet Hadianto (DH), dan Firjan Taufa (FT).

Terakhir, M Nasir menjadi tersangka dalam proyek pembangunan Jalan Lingkar Timur Duri (multiyears) TA 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp41 miliar. M Nasir dan Suryadi Halim alias Tando (SH) selaku kontraktor ditetapkan sebagai tersangka.[]