News

KPK Periksa Gazalba Saleh Lagi, Mau Ditahan?

KPK Periksa Gazalba Saleh Lagi, Mau Ditahan?
Gedung Merah Putih KPK. (AKURAT.CO/Bayu Primanda)

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi segera memanggil Hakim Agung, Gazalba Saleh, sebagai tersangka terkait kasus suap penanganan perkara di Mahkamah Agung.

"Tentunya sedang diagendakan. Dalam waktu segera akan segera dipanggil," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Karyoto, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (1/12/2022).

Meski begitu, Karyoto tidak merinci lebih lanjut terkait kepastian waktu pemeriksaan Gazalba Saleh. Lembaga antirasuah memastikan bakal memberikan informasi perkembangan terkait itu kepada publik.

baca juga:

Dalam kasus itu, Gazalba Saleh diduga diiming-imingi uang sebesar SGD202 ribu atau Rp2,2 miliar terkait pengurusan kasasi pidana terhadap pengurus KSP Intidana, Budiman Gandi Suparman. Uang itu diberikan oleh pengacara Yosep Parera dan Eko Suparno usai mendapat perintah dari debitur KSP Intidana, Heryanto Tanaka.

Yosep bersama Eko kemudian meminta bantuan PNS di MA Desy Yustria untuk bisa mengondisikan putusan kasasi tersebut. Usai mendengar perjanjian kesepakatan tersebut, Desy langsung menghubungi Staf Kepaniteraan MA, Nurmanto Akmal.

Nurmanto kemudian meminta bantuan kepada staf Hakim Agung, Gazalba Saleh, yakni Redhy Novarisza dan Hakim Yustisial, Prasetio Nugroho. Hasil kesepakatan tersebut membuat jaksa memenangkan kasasi, sehingga Budiman dinyatakan bersalah dan dihukum lima tahun penjara.

Lantaran berhasil memenjarakan Budiman, Yosep dan Eko menyerahkan uang secara tunai ke Desy, namun pembagiannya belum terlaksana. 

Akibat perbuatannya, Sudrajad, Gazalba Saleh, Desy, Elly, Muhajir, Nurmanto, Albasri, Prasetio dan Redhy disangka melanggar Pasal 12 huruf (c) atau Pasal 12 huruf (a) atau (b) Juncto Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara pihak pemberi suap dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf (a) atau (b) atau Pasal 13 atau Pasal 6 huruf (c) UU Nomor 31/1999 Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.