News

KPK Periksa 9 Pejabat Teras Kota Ambon

Saksi diperiksa terkait suap persetujuan izin prinsip pembangunan cabang ritel dan penerimaan gratifikasi oleh Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy


KPK Periksa 9 Pejabat Teras Kota Ambon
Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) (AKURAT.CO/Bayu Primanda)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus suap terkait persetujuan izin prinsip pembangunan cabang ritel dan penerimaan gratifikasi oleh Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy. Terbaru, lembaga anti rasuah memeriksa lebih dari tujuh pejabat teras di lingkungan pemerintahan kota berjuluk Manise.

"Para saksi didalami didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan campur tangan aktif tersangka RL (Richard Louhenapessy) dalam menerbitkan izin usaha termasuk dalam penentuan pemenang lelang," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (23/5/2022).

Ali merinci pejabat teras Kota Ambon yang diperiksa sebagai saksi yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Melianus Latuihamallo, Kepala Dinas Kesehatan Wendy Pelupessy, dan Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Gustaaf Dominggus Sauhatua Nendissa.

baca juga:

Kemudian Kepala Dinas Pendidikan Fahmi Sallatalohy, Kepala Dinas Perhubungan Robert Sapulette, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sirjohn Slarmanat, Kepala Pelaksana BPBD Demianus Paais, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Ferdinanda Johanna Louhenapessy. 

Lalu mantan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Neil Edwin Jan Pattikawa, Pokja Pengadaan Barang dan Jasa periode 2017-2020 Jermias Fredrik Tuhumena, dan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Lucia Izaak. Saksi lain yang diperiksa adalah Sekretaris Wali Kota sejak 2011 Nunky Yullien Likumahwa.

"Para saksi dikonfirmasi juga terkait dugaan aliran penerimaan sejumlah uang oleh tersangka RL melalui beberapa pihak sebagai orang kepercayaannya dimana diduga dari beberapa pihak kontraktor yang mengerjakan berbagai proyek di Pemkot Ambon," ungkap Ali.

Lebih lanjut Ali menyampaikan, pemeriksaan pada Jumat pekan lalu juga dilakukan penyidik KPK terhadap sejumlah orang dari swasta. Mereka adalah License Manager PT Midi Utama Indonesia Cabang Ambon Nandang Wibowo, Direktur CV Angin Timur Anthony Liando, Direktur CV Kasih Karunia Julien Astrit Tuahatu, dan Direktur CV Rotary Meiske De Fretes.

Ali juga menyampaikan terdapat dua saksi yang berhalangan hadir dan akan dilakukan penjadwalan ulang untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim penyidik KPK. Keduanya yakni Direktris CV Lidio Pratama Nessy Thomas Lewa, dan Direktur PT Kristal Kurnia Jaya Julian Kurniawan.

Khusus terkait kasus suap pemberian izin retail, KPK menetapkan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy sebagai tersangka. Ia ditetapkan tersangka bersama dua orang lainnya yaitu Staf Tata Usaha Pimpinan di Pemkot Ambon Andrew Erin Hehanusa dan Amri, karyawan Alfamidi Kota Ambon.

KPK telah menaikkan kasus ini ke penyidikan sejak April 2022. KPK menduga ada penyerahan suap Rp 500 juta untuk penerbitan izin pembangunan 20 Alfamidi di Kota Manise.[]