News

KPK Periksa 4 Saksi Dugaan Korupsi Kegiatan Fiktif di Kementerian ESDM

KPK kembali melanjutkan penyidikan kasus dugaan korupsi kegiatan fiktif di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tahun 2012.


KPK Periksa 4 Saksi Dugaan Korupsi Kegiatan Fiktif di Kementerian ESDM
Gedung KPK (AKURAT.CO)

AKURAT.CO, Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan penyidikan kasus dugaan korupsi kegiatan fiktif di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tahun 2012. Ada empat saksi yang diperiksa dalam kasus ini.

Mereka adalah Sarwito selaku PNS Setjen Kementerian ESDM/staf perlengkapan, PNS Kementerian ESDM/Kepala Bagian Perlengkapan pada Biro Umum Setjen Kementerian ESDM Arifin Togar, pensiunan PNS Kementerian ESDM/mantan Ketua Yayasan Pertambangan dan Energi (YPE) I Wayan Suryana, dan wiraswasta Jimmy Firdaus.

Para saksi dipanggil untuk tersangka mantan Kepala Bidang Pemindahtanganan, Penghapusan, dan Pemanfaatan Barang Milik Negara Kementerian ESDM Sri Utami (SU).

"Bertempat di Gedung Merah Putih KPK, tim penyidik mengagendakan pemanggilan saksi-saksi untuk SU," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Senin (28/11/2021).

Diketahui, pada April 2017, KPK menetapkan Sri Utami sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sri merupakan eks Kepala Bidang Pemindahtanganan, Penghapusan, dan Pemanfaatan di Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara Kementerian ESDM.

Korupsi Sri Utami mencuat pada Februari 2014, ketika dia dicegah bepergian ke luar negeri. Ketika itu, KPK mulai mengusut dugaan korupsi yang diduga melibatkan Waryono Karno yang menjabat Sekjen Kementerian ESDM. Nama Sri Utami juga tercantum di dalam surat dakwaan Waryono yang disusun jaksa KPK.

Waryono selaku kuasa pengguna anggaran pada sekretariat, bersama-sama Sri, dianggap korupsi dengan memperkaya diri sendiri, atau orang lain, atau korporasi, selama setahun sejak Desember 2011. Akibat perbuatan itu, negara diduga rugi hingga Rp 11,124 miliar.

KPK menduga Waryono dan Sri memerintahkan pengumpulan dana untuk membiayai kegiatan pada Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM yang tidak dibiayai APBN. Keduanya, juga disebut melakukan pemecahan paket pekerjaan untuk menghindari pelelangan umum. Pekerjaan itu bertajuk Kegiatan Sosialisasi Sektor ESDM Bahan Bakar Minyak Bersubsidi pada 2012 serta Kegiatan Sepeda Sehat dalam Rangka Sosialisasi Hemat Energi pada 2012.

Dalam perkara ini KPK juga menjerat Kepala SKK Migas ketika itu, Rudi Rubiandini, Komisaris PT Kernel Oil Private Limited Simon Gunawan Tanjaya, dan Devi Ardi, yang diketahui sebagai pelatih golf Rudi.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan KPK pada Selasa, 13 Agustus 2013. Hasil tangkapan itu berupa uang US$400 ribu, US$90 ribu, dan 127 ribu dolar Singapura, sekaligus sebuah sepeda motor mewah bermerek BMW hitam berplat nomor B-3946-FT. Duit itu diduga digunakan untuk memenangkan Kernel Oil dalam tender. []