News

KPK Periksa 3 Saksi Kasus Korupsi Dana Bergulir LPDB-KUMKM

KPK akan memeriksa tiga orang sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi penyaluran dana bergulir fiktif oleh LPDB-KUMKM tahun 2012-2013.


KPK Periksa 3 Saksi Kasus Korupsi Dana Bergulir LPDB-KUMKM
Gedung Merah Putih KPK (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan korupsi penyaluran dana bergulir fiktif oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) tahun 2012-2013.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri mengatakan, tim penyidik akan memeriksa tiga orang sebagai saksi dalam kasus tersebut.

"Hari ini, terkait penyaluran dana bergulir fiktif oleh lembaga pengelola dana bergulir koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah (LPDB-KUMKM) Tahun 2012-2013," ucap Ali dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (30/6/2022).

baca juga:

Ali membeberkan, ketiga saksi yang akan didalami pengetahuannya terkait kasus tersebut yakni Area Procurement Director Shangri-La Hotel Jakarta Yuliani Agustini, pihak swasta Yuniarti Suryani Devi, dan Notaris atau PPAT Didi Sukardi.

"Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi," jelas Ali.

Ali tak menjelaskan terkait materi pendalaman yang dilakukan tim penyidik terhadap para saksi. Namun, pemeriksaan dilakukan guna menggali informasi dan melengkapi bukti perkara terkait dengan kasus tersebut.

Ali juga menyampaikan, saat ini lembaga anti rasuah tengah membuka penyidikan baru dan mengusut kasus dugaan korupsi terkait penyaluran dana bergulir fiktif LPDB-KUMKM di wilayah Jawa Barat dengan menggali informasi lewat keterangan sejumlah saksi agar bisa melengkapi berkas perkara terkait kasus yang dimaksud.

KPK sendiri telah mengantongi identitas tersangka terkait dengan perkara korupsi penyaluran dana bergulir fiktif LPDB-KUMKM tahun 2012-2013. 

Namun, berdasarkan kebijakan KPK di bawah kepemimpinan Firli Bahuri, lembaga anti rasuah baru akan membeberkan identitas tersangka usai adanya dilakukan beberapa upaya paksa seperti penangkapan ataupun penahanan.

"Pengumuman resmi (tersangka dan detail perkara) akan kami sampaikan ketika dilakukan upaya paksa penangkapan ataupun penahanan para tersangka," kata Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri, Senin (6/6/2022). []