News

KPK Pastikan Pemilik Bank Panin Mu'min Ali Gunawan Akan Dihadirkan dalam Sidang Suap Pajak

Muncul desakan agar Mu'min Ali ditetapkan sebagai tersangka suap dan Bank Panin tersangka korporasi


KPK Pastikan Pemilik Bank Panin Mu'min Ali Gunawan Akan Dihadirkan dalam Sidang Suap Pajak
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat konfrensi pers di gedung KPK (AKURAT.CO/Aricho )

AKURAT.CO, Pemilik PT Bank Pan Indonesia atau Bank Panin, Mu'min Ali Gunawan bakal dihadirkan dalam persidangan kasus suap perpajakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Sebelumnya, nama Mu'min Ali dan perannya dalam kasus tersebut muncul dalam dakwaan jaksa.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, Mu'min Ali Gunawan akan dihadirkan sebagai saksi usai Veronika Lindawati buka mulut.

"Iya (Mu'min dipanggil usai Veronika menjelaskan), tidak serta merta keterangan satu orang langsung kita panggil," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, (26/10/2021).

Alex mengatakan dugaan keterlibatan Mu'min Ali yang disebut mendatangkan Veronika sebagai utusannya untuk menurunkan kewajiban pajak Bank Panin berdasarkan keterangan pegawai pemeriksa. Sehingga, keterangan tersebut harus dikonfrontasi dengan Veronika untuk pendalaman lebih lanjut.

Setelah Veronika membenarkan, KPK akan langsung mendatangkan Mu'min dalam persidangan. Lembaga antikorupsi memastikan tidak ada karpet merah untuk Mu'min.

"Nanti kita dengarkan dulu keterangan dari Veronika apa dia bilang jangan keterangan yang katanya tadi kita harus mendengarkan keterangan dari orang langsung ngomong itu," ujar Alex.

Seperti disebutkan dalam surat dakwaan, suap pengurangan pajak Bank Panin diserahkan Veronika Lindawati kepada Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramadan selaku pejabat Direktorat Jenderal Pajak.

Suap diserahkan oleh orang kepercayaan pemilik Bank Panin, Mu'min Ali Gunawan, itu terkait pengurangan pajak Bank Panin dari Rp 926,2 miliar menjadi hanya Rp 300 miliar.

Disebutkan juga dalam dakwaan bahwa Angin dan Dadan dijanjikan menerima pembayaran fee sebesar Rp 25 miliar dari Bank Panin jika besaran pajak dibuat lebih rendah. Selain itu, pembayaran fee kepada Angin dan Dadan tak bisa dilakukan karena Mu'min Ali belum mengeluarkan uangnya.

"Mu'min Ali Gunawan sebagai pemilik (Bank Panin) dengan Veronika Lindawati sebagai karyawan, dan tindak pidana korupsi pajak dilakukan di lingkungan korporasi yang dilakukan bersama sama dengan petugas pajak. Artinya, sudah terpenuhi tiga unsur penting bahwa Bank Panin sebagai korporasi diduga melakukan tindak pidana korupsi," tutur Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu Arief Poyuono.

Selain menetapkan Bank Panin tersangka korporasi, mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu juga meminta Mu'min Ali Gunawan ditetapkan sebagai tersangka. Menurutnya, pengurangan pajak Bank Panin hingga 629 miliar dengan cara melakukan suap kepada petugas pajak jelas merugikan negara dan memberikan keuntungan bagi Bank Panin termasuk pemiliknya. 

"Ini karena unsur-unsur untuk menjadikan Bank Panin dan Mu'min Ali Gunawan sebagai TSK (tersangka) dalam kasus suap sudah memenuhi semua," tukasnya. []