News

KPK Panggil 5 Anggota DPRD Kota Malang


KPK Panggil 5 Anggota DPRD Kota Malang
Febri Diansyah - Juru Bicara KPK (AKURAT.CO/Bayu Primanda Putra)

AKURAT.CO, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil 5 orang anggota DPRD Kota Malang terkait kasus suap yang dilakukan oleh ketua mereka, M Arief Wicaksono. 

Kelima anggota DPRD tersebut antara lain: Sahrawi, SS, M.HUM, Hery Subiantono, Teguh Puji Wahyono, Afdahl Fauza SE, dan Harun Prasojo, SH.

"Kelimanya akan diminta keterangannya sebagai saksi untuk tersangka MAW(M Arief Wicaksono)," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin(11/9).

Diketahui, Ketua DPRD Malang, Mochamad Arief Wicaksono (MAW) saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Arief diduga menerima suap untuk dua kasus berbeda, Oleh karena itu, Arief Wicaksono terjerat dalam dua kasus sekaligus dan ditetapkan sebagai tersangka dalam dua kasus suap yang berbeda di KPK.

Dalam suap yang pertama, Arief Wicaksono diduga menerima suap dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang, Jarot Edy sebesar Rp 700 juta. Suap tersebut terkait pembahasan APBD Pemerintah Kota Malang tahun anggaran 2015.

Sedangkan untuk kasus suap yang kedua, Arief Wicaksono diduga menerima hadiah atau janji sebesar Rp 250 juta dari tersangka Hendrawan Maruszaman (HM), Komisaris PT ENK. Suap yang diterima dari Hendrawan Maruszaman terkait dengan penganggaran kembali proyek Jembatan Kedungkandang APBD tahun anggaran 2016.

Atas perbuatannya, sebagai pihak penerima Arief Wicaksono disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b, atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1.

Sedangkan Jarot dan Hendrawan sebagai pihak pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b, atau Pasal 13 UU tentang Pemberantasan Tipikor, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.[]