News

KPK Masih Cari Bukti Suap Alfamidi di Ambon

Penggeledahan dalam rangka mencari bukti suap izin retail


KPK Masih Cari Bukti Suap Alfamidi di Ambon
Gedung Merah Putih KPK (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mengumpulkan bukti terkait kasus suap izin pembangunan usaha retail di Ambon.

Pengumpulan bukti antara lain dengan melakukan penggeledahan di sejumlah ruangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) 

"Hari ini upaya paksa penggeledahan masih dilakukan tim penyidik yang berlokasi di beberapa SKPD Pemkot Ambon," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri, Kamis (19/5/2022).

baca juga:

Selain itu penggeledahan juga dilakukan di kediaman dari pihak yang telah ditetapkan tersangka.

"Informasi yang kami terima, kegiatan saat ini masih berlangsung dan perkembangan dari kegiatan (penggeledahan) akan kami sampaikan kembali," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, KPK menetapkan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy sebagai tersangka. Lembaga anti rasuah menduga Richard menerima uang suap Rp 500 juta untuk mengeluarkan izin pembangunan 20 gerai minimarket Alfamidi.

Uang diberikan oleh seorang staf Alfamidi bernama Amri secara bertahap dengan dititipkan kepada orang kepercayaan wali kota bernama Andrew Erin Hehanusa.

Selain Richard, KPK menetapka dua orang lainnya sebagai tersangka.[]