News

'KPK' Malaysia Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana Rp2,1 Kuadriliun di Era Muhyiddin Yassin

'KPK' Malaysia Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana Rp2,1 Kuadriliun di Era Muhyiddin Yassin
Ketua Komisi Antikorupsi Malaysia, Tan Sri Azam Baki, membenarkan dibukanya penyelidikan atas dugaan penyalahgunaan dana 600 miliar ringgit (Rp2,1 kuadriliun) pada masa pemerintahan Muhyiddin Yassin. (Bernama)

AKURAT.CO Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC) telah membuka penyelidikan atas dugaan penyalahgunaan dana sebesar 600 miliar ringgit (Rp2,1 kuadriliun) oleh pemerintah sebelumnya.

Ketua MACC Tan Sri Azam Baki membenarkan hal ini. Namun, ia menolak mengungkapkan detail lebih lanjut soal penyelidikan yang dilakukan institusi tersebut.

"Ya, MACC telah membuka investigasi atas masalah itu (dana Rp2,1 kuadriliun)," jawabnya singkat pada Selasa (6/12), dilansir dari Bernama.

baca juga:

Dana darurat senilai lebih dari 600 miliar ringgit (Rp2,1 kuadriliun) itu digunakan ketika pandemi Covid-19 melanda Malaysia. Penggunaannya itu pun menjadi kontroversi saat diungkit oleh mantan menteri utama Melaka, Adly Zahari, pada 15 November.

Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim mengatakan akan menyerahkannya kepada badan investigasi untuk menyelidiki dugaan penyalahgunaan oleh pemerintah sebelumnya. Menurut Anwar, Kementerian Keuangan mengakui beberapa pelanggaran terkait dana itu.

Mantan Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin dilaporkan mengatakan tak takut untuk diselidiki atas tuduhan penyelewengan dana tersebut ketika ia memimpin pemerintahan.[]