News

KPK Langsung Tahan Walikota Ambon

KPK langsung melakukan penahanan terhadap dua orang tersangka yakni Richard dan Andrew.


KPK Langsung Tahan Walikota Ambon
Penetapan 3 tersangka dalam kasus dugaan suap pemberian izin usaha retail di Ambon, Jumat (13/5/2022). (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Walikota Ambon Richard Louhenapessy sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pemberian izin pembangunan cabang usaha retail di Ambon.

Selain Richard, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya dalam kasus tersebut. Kedua tersangka lainnya yakni Staf Tata Usaha Pimpinan pada Pemkot mbon. Andrew Erin Hehanussa, dan Pihak Swasta Amri. 

"KPK sejak awal April 2022 meningkatkan status perkara ini ke tahap Penyidikan dan KPK telah menetapkan ada 3 orang tersangka,"ucap Ketua KPK Firli Bahuri di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (13/5/2022).

baca juga:

Firli mengatakan sua tersangka dilakukan penahanan, yakni Richard dan Andrew. Richard langsung ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) KPK pada Gedung Merah Putih, sedangkan Andrew ditahan di Rutan KPK kavling C1.

Firli menegaskan kepada tersangka AR (Amri) selaku karyawan Alfamidi untuk segera menghadiri panggilan KPK dan memenuhi kewajiban pemeriksaan. 

"KPK memerintahkan saudara AR (Amri) untuk memenuhi kewajiban pemeriksaan," tegas Firli.

Firli menyampaikan penahanan terhadap tersangka akan dilakukan selama 20 hari ke depan terhitung sejak tanggal 13 Mei 2022 hingga 1 Juni 2022.

Terkait dengan tersangka Amri, KPK meminta peran serta masyarakat untuk membantu proses penyidikan dengan memberikan informasi terkait keberadaan tersangka jika mengetahuinya. 

Richard dan Andrew disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara Amri disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor.[]