News

KPK Geledah Ruang Kerja Syarief Hadler

Penggeledahan dilakukan secara paksa pada Jumat pekan lalu


KPK Geledah Ruang Kerja Syarief Hadler
Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) (AKURAT.CO/Bayu Primanda)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengantongi jejak perkara suap pemberian persetujuan izin prinsip pembangunan cabang usaha retail dan gratifikasi di Kantor Wakil Wali Kota Ambon Syarief Hadler.  

Tim penyidik lembaga anti rasuah terbukti menggeledah ruangan kerja Syarief.

"Tim Penyidik telah selesai melaksanakan upaya paksa penggeledahan di beberapa lokasi di wilayah kota Ambon, salah satunya ruang kerja Wakil Wali Kota Ambon," kata Plt Jurubicara KPK Ali Fikri, Senin (23/5).

baca juga:

Ali menjelaskan penggeledahan dilakukan pada Jumat (20/5). Selain ruang kerja Wakil Wali Kota Ambon Syarief Hadler, penggeledahan dilakukan di sejumlah ruangan di Kantor Bappeda, rumah Kepala Bappeda dan rumah Kadis PUPR Pemkot Ambon.

"Dari empat lokasi dimaksud, kemudian ditemukan dan diamankan berbagai bukti antara lain berbagai dokumen dengan adanya catatan tangan berkode khusus yang diduga kuat berkaitan dengan perkara," kata Ali Fikri.

Ali mengatakan penyidik akan menganalisa bukti-bukti tersebut. Selanjutnya, barang bukti itu akan segera disita secara resmi untuk dikonfirmasi kepada para tersangka maupun saksi.

"Analisa dan penyitaan atas temuan berbagai dokumen tersebut segera dilakukan untuk kembali dikonfirmasi pada para pihak yang dipanggil sebagai saksi termasuk para tersangka," demikian kata Ali Fikri.

KPK menetapkan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy sebagai tersangka suap pemberian izin prinsip pembangunan retail dan penerimaan gratifikasi. Dalam kasus pertama, Richard ditetapkan sebagai tersangka bersama dua orang lainnya yaitu Staf Tata Usaha Pimpinan di Pemkot Ambon Andrew Erin Hehanusa dan Amri, karyawan Alfamidi Kota Ambon.

KPK telah menaikkan kasus ini ke penyidikan sejak April 2022. Khusus suap retail, KPK menduga ada penyerahan suap Rp 500 juta untuk penerbitan izin pembangunan 20 Alfamidi di Kota Manise.[]