News

KPK Geledah 4 Lokasi di Bogor dan Bandung

KPK Geledah 4 Lokasi di Bogor dan Bandung
Tersangka Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (10/5/2022). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah empat lokasi berbeda dalam kasus suap yang menyeret Bupati Bogor Ade Yasin. Dua tempat yang digeledah yakni di wilayah Kabupaten Bogor, sementara dua lainnya di Bandung. 

"Tim penyidik KPK dua hari berturut-turut telah selesai melaksanakan upaya paksa penggeledahan di beberapa lokasi di wilayah Jawa Barat," Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri, Senin (6/6/2022).

Penggeledahan di Bogor dilakukan di kantor inspektorat Pemkab dan rumah salah satu tersangka. Sedangkan di Bandung penggeledahan dilakukan di kantor BPK perwakilan Jawa Barat dan salah satu rumah tersangka dari auditor BPK.

baca juga:

Penggeledahan di Bandung dilakukan pada Kamis (2/6), adapun penggeledahan di Bogor dilakukan hari berikutnya.

"Dari empat lokasi tersebut ditemukan dan diamankan berbagai bukti diantaranya sejumlah dokumen dan alat bukti elektronik yang diduga menjadi materi obyek audit yang dilakukan oleh Tsk ATM (Anthon Merdiansyah) dkk untuk mengondisikan hasil laporan pemeriksaan keuangan Pemkab Bogor sebagaimana permintaan Tsk AY (Ade Yasin)," papar Ali.

Ali menjelaskan tim penyidik lembaga antirasuah akan segera melakukan pendalaman dana analisa lebih dari isi bukti-bukti tersebut yang nantinya akan disita dan dikonfirmasi lebih lanjut kepada para saksi dan tersangka.

Ali membeberkan KPK hingga kini masih terus mengusut kasus suap yang terjadi di Pemkab Bogor dengan menggali informasi lewat keterangan para saksi untuk melengkapi berkas perkara.

"Hal ini dilakukan guna memperjelas bukti perkara agar menjadi lebih terang dan jelas," tukasnya.

KPK sebelumnya menetapkan Bupati Bogor Ade Yasin dan tujuh orang lainnya sebagai tersangka suap pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat. Total uang suap Rp 1,9 miliar diberikan agar Kabupaten Bogor memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam audit BPK.

Empat tersangka yang merupakan pemberi suap yakni Bupati Bogor Ade Yasin; Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bogor Maulana Adam; Kasubdit Kas Daerah BPK AD Kabupaten Bogor Ihsan Ayatullah; PPK Dinas PUPR Kabupaten Bogor Rizki Taufik.

Adapun empat tersangka diduga penerima suap yakni Kasub Auditor IV Jawa Barat 3 Pengendali Teknis Anthon Merdiansyah; Ketua Tim Audit Interim Kabupaten Bogor Arko Mulawan; Pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat selaku Pemeriksa Hendra Nur Rahmatullah Karwita dan Gerri Ginanjar Trie Rahmatullah.[]