News

KPK Duga Ada Campur Tangan Haryadi Suyuti dalam Proses IMB PT Summarecon Agung

KPK menduga mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti turut campur tangan agar pengajuan IMB apartemen PT Java Orient Property tetap dapat disetujui.


KPK Duga Ada Campur Tangan Haryadi Suyuti dalam Proses IMB PT Summarecon Agung
Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti turut campur tangan dalam proses pengajuan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) apartemen Royal Kedhaton oleh PT Summarecon Agung (SA) Tbk melalui PT Java Orient Property (JOP).

Adanya dugaan tersebut berdasarkan pendalaman yang telah dilakukan tim penyidik usai memeriksa sejumlah saksi di kantor BPKP Perwakilan DIY, Kamis (30/6/2022) terkait dugaan suap mantan Wali Kota Yogyakarta tersebut.

"Para saksi hadir dan dikonfirmasi terkait dengan hasil pemeriksaan kelengkapan pengajuan IMB PT SA (Summarecon Agung) Tbk melalui PT JOP (Java Orient Property) dimana ada campur tangan Tsk HS (Haryadi Suyuti) agar pengajuan IMB tersebut tetap dapat segera disetujui," ucap Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (1/7/2022).

baca juga:

Ali membeberkan sejumlah saksi yang telah dilakukan pendalamannya tersebut adalah Dewan Pertimbangan Pelestarian Warisan Budaya Pemda DIY Suyata; Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Wahyu Handoyo; dan Ketua Dewan Pertimbangan Pelestarian Warisan Budaya Pemda DIY Yuwono Swi Suwito.

Kemudian Dewan Pertimbangan Pelestarian Warisan Budaya Pemda DIY Eko Suryo Maharsono; Kepala Bidang Tata Ruang Danang Yulisaksono;Kepala Bidang Warisan Budaya Susilo Munandar; dan Kepala Seksi Pemanfaatan Kawasan UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Diyah Afriani Kusumastuti.

"Direktur PT Barumun Abadi Raya, Nurlaila Sari Hasibuan tidak hadir dan segera dilakukan penjadwalan ulang," tutur Ali.

Dalam kasus tersebut KPK telah menetapkan Haryadi Suyuti sebagai tersangka suap terkait pengurusan IMB apartemen di wilayah Yogyakarta. Tak hanya Haryadi, lembaga anti rasuah juga telah menetapkan tiga tersangka lainnya.

Mereka yakni Vice President Real Estate PT Summarecon Agung, Oon Nusihono, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP  Pemkot Yogyakarta Nurwidhihartana, dan Sekretaris pribadi merangkap ajudan Haryadi, Suyuti Triyanto Budi Yuwono.

Terkait itu, Haryadi bersama Nurwidhihartana dan Triyanto Budi adalah tersangka penerima suap. Sedangkan Oon Nusihono merupakan tersangka pemberi suap.

Atas perbuatannya tersangka penerima suap Haryadi Suyuti, Triyanto Budi Wuyono, dan Nur Widihartana disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999.

Sedangkan Oon Nusihono sebagai pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999. []