News

KPK Dalami Penerimaan Sejumlah Dana dari Pihak Swasta Untuk Ade Yasin

Pendalaman itu dilakukan lewat konfirmasi terhadap dua saksi yang telah diperiksa KPK untuk tersangka Ade Yasin di KPK pada Jumat (27/5/2022).


KPK Dalami Penerimaan Sejumlah Dana dari Pihak Swasta Untuk Ade Yasin
Ketua KPK Firli Bahur (kiri) menghadirkan tersangka Bupati Kabupaten Bogor Ade Yasin (tengah) saat konferensi pers penetapan dan penahanan tersangka di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (28/4/2022) dini hari. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

AKURAT.CO, Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami adanya dugaan aliran penerimaan sejumlah uang dari beberapa pihak swasta untuk Ade Yasin melalui orang kepercayaannya.

Terkait dengan kasus dugaan suap pengurusan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tahun anggaran 2021.

Pendalaman itu dilakukan lewat konfirmasi terhadap dua saksi yang telah diperiksa KPK untuk tersangka Ade Yasin di Gedung Merah Putih KPK pada Jumat (27/5/2022).

baca juga:

"Keduanya memenuhi panggilan Tim Penyidik dan dikonfirmasi antara lain terkait dugaan aliran penerimaan sejumlah uang dari beberapa pihak swasta untuk Tsk AY melalui orang kepercayaannya," ucap Plt Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri dalam keterangannya, Sabtu (28/5/2022).

Ali mengungkapkan kedua saksi tersebut yakni Wiraswasta Sintha Dec Checawaty, dan CV Dede Print Dede Sopian.

Tak hanya melakukan pendalaman adanya dugaan aliran dana dari beberapa pihak swasta untuk Ade Yasin, namun tim penyidik KPK juga melakukan pendalaman adanya pertemuan antara Bupati Bogor tersebut dengan beberapa pihak kontraktor.

Ali menjelaskan, adanya pertemuan tersebut diduga terdapat penerimaan sejumlah uang untuk Ade Yasin.

"Ketiganya juga memenuhi panggilan Tim Penyidik dan dikonfirmasi antara lain terkait dugaan adanya beberapa pertemuan antara Tsk AY dengan beberapa pihak kontraktor dimana diduga dalam pertemuan tersebut ada penerimaan sejumlah uang untuk Tsk AY," ungkap Ali.

Ketiga saksi yang didalami pengetahuannya terkait hal tersebut yakni Ajudan Pribadi Bupati Bogor Anisa Rizky Septiani, dan Kiki Rizky Fauzi. Kemudian salah seorang saksi lainnya yakni Honorer Dinas PUPR Kabupaten Bogor Diva Medal Munggaran.

Ali membeberkan KPK hingga kini masih terus mengusut kasus suap yang terjadi di Pemkab Bogor dengan menggali informasi lewat keterangan para saksi agar bisa melengkapi berkas perkara terkait kasus yang dimaksud. Hal itu dilakukan guna memperjelas bukti perkara agar menjadi lebih terang dan jelas.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya menetapkan Bupati Bogor Ade Yasin sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap laporan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tahun 2021.

Bersama Ade, lembaga antirasuah juga menetapkan tujuh orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

"Tersangka sebagai pemberi AY (Ade Yasin) Bupati Kabupaten Bogor 2018-2023," ucap Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers, Kamis (28/4/2022).

Firli membeberkan empat tersangka yang merupakan pemberi suap yakni Bupati Bogor Ade Yasin; Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bogor Maulana Adam; Kasubdit Kas Daerah BPK AD Kabupaten Bogor Ihsan Ayatullah; PPK Dinas PUPR Kabupaten Bogor Rizki Taufik.

Kemudian, Firli membeberkan empat tersangka lainnya yang diduga menerima suap yakni Kasub Auditor IV Jawa Barat 3 Pengendali Teknis Anthon Merdiansyah; Ketua Tim Audit Interim Kabupaten Bogor Arko Mulawan; Pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat selaku Pemeriksa Hendra Nur Rahmatullah Karwita dan Gerri Ginanjar Trie Rahmatullah. []