News

KPK Dalami Mekanisme Pengeluaran Uang untuk Proyek Pembangunan Jalan di Bengkalis

KPK Dalami Mekanisme Pengeluaran Uang untuk Proyek Pembangunan Jalan di Bengkalis
Gedung Merah Putih KPK (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami adanya mekanisme pengeluaran uang untuk proyek pembangunan jalan lingkar pulau Bengkalis.

Pendalaman tersebut telah dikonfirmasi tim penyidik KPK setelah melakukan pemeriksaan terhadap seorang saksi pada Kamis (2/6/2022) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

"Saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan dengan mekanisme pengeluaran uang untuk proyek pembangunan jalan lingkar pulau Bengkalis (Multi Years) di Kab.Bengkalis Prov.Riau," ucap Plt Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri dalam keterangannya, Sabtu (4/6/2022).

baca juga:

Ali mengungkapkan saksi yang diperiksa tersebut yakni Fahd Muazzaz alias Anjas selaku Koordinator Keuangan Divisi Properti PT Nindya Karya.

Ali mengungkapkan tim penyidik lembaga antirasuah hingga kini terus mengusut kasus dugaan korupsi proyek peingkatan Jalan di Bengkalis ini dengan menggali informasi lewat keterangan sejumlah saksi agar bisa melengkapi berkas perkara terkait kasus yang dimaksud.

Hal itu, lanjut Ali, terus dilakukan guna memperjelas adanya informasi beserta bukti perkara agar kasus menjadi lebih terang dan jelas. Sehingga bisa mengusut hingga tuntas dalam kasus yang dimaksud.

Sebelumnya, M Nasir menjadi tersangka dalam kasus korupsi proyek pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri (multiyears) TA 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp152 miliar. Ia ditetapkan sebagai tersangka bersama Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar (HOS).

M Nasir juga menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait dengan proyek tahun jamak (multiyears) peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu-Siak Kecil di Kabupaten Bengkalis TA 2013-2015 dengan taksiran kerugian negara sebesar Rp156 miliar. 

M Nasir ditetapkan sebagai tersangka bersama dua orang lainnya, yakni Handoko Setiono (HS) dan Melia Boentaran (MB) selaku kontraktor.

Kemudian, KPK menetapkan M Nasir tersangka korupsi proyek peningkatan Jalan Lingkar Pulau Bengkalis (multiyears) TA 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp126 miliar. 

Dalam perkara ini M Nasir ditetapkan sebagai tersangka bersama Tirtha Adhi Kazmi (TAK) selaku PPTK serta empat kontraktor, masing-masing adalah I Ketut Suarbawa (IKS) Petrus Edy Susanto (PES), Didiet Hadianto (DH), dan Firjan Taufa (FT).

Terakhir, M Nasir menjadi tersangka dalam proyek pembangunan Jalan Lingkar Timur Duri (multiyears) TA 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp41 miliar. M Nasir dan Suryadi Halim alias Tando (SH) selaku kontraktor ditetapkan sebagai tersangka.[]