News

KPK Dalami Latar Belakang Pengadaan LNG Pertamina yang Berbau Korupsi

Pendalaman telah dikonfirmasi lewat sejumlah saksi yang telah diperiksa tim penyidik di Gedung Merah Putih KPK.


KPK Dalami Latar Belakang Pengadaan LNG Pertamina yang Berbau Korupsi
Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) (AKURAT.CO/Bayu Primanda)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengumpulkan bukti terkait dugaan korupsi di PT Pertamina. Di antaranya penyidik memeriksa empat orang sebagai saksi.

"Para saksi hadir dan tim penyidik masih melakukan pendalaman materi pemeriksaan antara lain terkait dengan awal pembahasan latar belakang dilakukannya pengadaan LNG di PT PTMN (Pertamina) tahun 2011-2021," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri, Senin (27/6/2022).

Saksi yang digali keterangannya yakni Heri Heriyanto, Agus Sugiarso, dan Dian Mardiana yang merupakan karyawan Pertamina, serta Anita karyawan Eni Muara Bakau. Mereka diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jumat pekan lalu.

baca juga:

Ali membeberkan sedianya tim penyidik juga memeriksa empat saksi lainnya namun mereka tak memenuhi panggilan dan meminta untuk dilakukan penjadwalan ulang.

Mereka adalah pensiunan Pertamina Mohamad Taufik Afianto dan Nursatyo Argo; Senior Analyst Fraud Prevention & Digital Forensic PT. Pertamina Nanung Karnasi Wibowo; dan karyawan Eni Muara Bakau Derry Sylvan.

KPK membenarkan saat ini kasus dugaan korupsi pembelian Liquefied Natural Gas (LNG) pada PT Pertamina (Persero) telah naik ke tahap penyidikan.

"Benar (penyidikan), memang berdasarkan pengumpulan serangkaian kegiatan, pengumpulan bahan keterangan kemudian kami melakukan proses penyelidikan dan ditemukan peristiwa pidana korupsi sehingga kami menaikan ke tahap penyidikan yaitu atas dugaan korupsi terkait dengan pegadaan liquid atau gas atau LNG PT Pertamina tahun 2011-2021," ucap Ali.

Ali bahkan menyebut penyidik telah menetapkan tersangka dalam perkara tersebut.

"Tapi prinsipnya tentu karena ini proses penyidikan pasti kami sudah ada tersangkanya, tapi secara teknis kami terus kumpulkan bukti-bukti dahulu, baru kami umumkan secara resmi," tambahnya.

"Namun demikian tentu perlu juga kami sampaikan terkait dengan siapa yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini, kemudian nanti konstruksi perkaranya seperti apa, pasal-pasal yang diterapkan, itu kami nanti akan sampaikan pada saat setelah pengumpulan dan bukti-bukti itu cukup," tutur Ali Fikri.[]