News

KPK Dalami 'Cawe-cawe' Proyek Bupati Banjarnegara Nonaktif

Tim penyidik KPK terus mendalami peran Bupati Banjarnegara nonaktif Budhi Sarwono dalam perkara dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa pada 2017-2018.


KPK Dalami 'Cawe-cawe' Proyek Bupati Banjarnegara Nonaktif
Tersangka kasus korupsi Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengenakan rompi tahanan tiba di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/9/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami peran Bupati Banjarnegara nonaktif Budhi Sarwono dalam perkara dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di Banjarnegara pada 2017 sampai 2018. Diduga punya peran sentral pengaturan proyek di Kabupaten Banjarnegara.

Hal itu terungkap pada pemeriksaan sejumlah saksi pada Selasa (26/10/2021). Mereka adalah Direktur PT Buton Tirto Baskoro, Tri Mardiyanto; Kasi Penunjang Non Klinik RSUD Kabupaten Banjarnegara, Ris Mardiyanto; Direktur PT Daya Samudera Cipta Mandiri, H Kaswan; mantan Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Kabupaten Banjarnegara Veriyanto.

“Para saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan adanya campur tangan langsung dari tersangka BS (Budhi Sarwono) maupun melalui tersangka KA (Kedy Afandi) dalam pelaksanaan berbagai lelang proyek pekerjaan di Pemkab Banjarnegara,” kata Ali dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (27/10/2021).

Tim penyidik juga memeriksa Ajudan Bupati Banjarnegara, Wahyudiono untuk digali pengetahuannya terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di Banjarnegara. Pemeriksaan saksi dilakukan di Kantor Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah.

Diketahui, KPK telah menetapkan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono dan orang kepercayaannya yang merupakan politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Kedy Afandi sebagai tersangka.

KPK menduga, Budhi Sarwono menerima fee 10 persen dalam pengadaan proyek di Pemkab Banjarnegara. Total penerimaan fee tersebut senilai Rp2,1 miliar.

Dalam mendalami perkara ini KPK telah menggelar penggeledahan di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Hasilnya, tim penyidik mengamankan barang bukti berupa dokumen dan alat elektronik dari penggeledahan tujuh lokasi berbeda.

Pada Sabtu (9/10/2021), tim penyidik KPK telah menggeledah empat lokasi, yakni rumah kediaman dari pihak-pihak yang terkait dengan perkara yang berada di Temanggungan Kalipelus, Bandingan Rakit, Desa Parakancanggah, dan Desa Twelagiri.

Lalu pada Senin (11/10/2021), tim penyidik KPK menggeledah tiga lokasi, yaitu Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Banjarnegara, ruang unit kerja pengadaan barang dan jasa (UKPBJ), dan rumah kediaman dari pihak terkait di Kelurahan Parakancanggah, Kabupaten Banjarnegara.

KPK juga menduga Budhi berperan aktif dengan ikut langsung dalam pelaksanaan pelelangan pekerjaan infrastruktur, diantaranya membagi paket pekerjaan di Dinas PUPR. Hal ini dengan mengikutsertakan perusahaan milik keluarganya, dan mengatur pemenang lelang. []