News

KPK Dalami Aliran Duit Korupsi Nurhadi ke Keluarga

Hindria Kusuma dikonfirmasi pengetahuannya antara lain terkait dugaan adanya aliran uang yang diterima oleh keluarga tsk Nurhadi


KPK Dalami Aliran Duit Korupsi Nurhadi ke Keluarga
Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami aliran dana hasil korupsi mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.

Kemarin, tim penyidik lembaga anti rasuah menghimpun keterangan terkait dugaan aliran uang korupsi Nurhadi kepada Hindria Kusuma.

"Yang bersangutanhadir, dikonfirmasi pengetahuan saksi antara lain terkait dugaan adanya aliran uang yang diterima oleh keluarga tersangka NHD (Nurhadi)," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri, Rabu (6/7/2022).

baca juga:

Ali mengungkapkan tim penyidik sebenarnya juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi lainnya. Mereka adalah Dion Hardie Tandi, Soepriyo Waskito Adi, dan Yoga Dwi Hartiar. Sama seperti Hindria mereka dari swasta.

"Ketiga saksi mengkonfirmasi tidak bisa hadir, tim penyidik akan melakukan penjadwalan ulang," jelasnya.

Ali juga menyampaikan tim penyidik hingga kini masih terus mengusut adanya dugaan aliran dana yang dilakukan Nurhadi ke beberapa pihak tertentu untuk melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Salah satu upaya yang dilakukan tim penyidik dalam mengumpulkan berbagai alat bukti tersebut yakni dengan memanggil sejumlah saksi terkait dengan kasus tersebut dan didalami pengetahuannya untuk memperjelas kasus tersebut menjadi lebih jelas dan terang lagi.

Diberitakan sebelumnya, Nurhadi bersama menantunya Rezky Herbiono terbukti secara sah menerima suap dan gratifikasi sebesar Rp46 miliar. 

Suap tersebut diberikan Hiendra Soenjoto selaku Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) untuk membantu mengurus perkara yang menjeratnya. Uang suap tersebut telah diberikan secara bertahap dalam kurun waktu Mei 2015 hingga Februari 2016.

Selain itu, Nurhadi bersama Rezky juga dinyatakan terbukti menerima gratifikasi sebesar Rp37,2 miliar. Gratifikasi tersebut diterima Nurhadi selama tiga tahun sejak 2014 hingga 2017. Uang gratifikasi tersebut bersumber dari lima orang dari perkara yang berbeda. Total suap dan gratifikasi yang diterima Nurhadi bersama Rezky sebesar Rp83 miliar.

Nurhadi dan Rezky sendiri telah dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung pada Kamis (6/1/2022). Keduanya bakal menjalani pidana penjara selama 6 tahun dikurangi selama masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani.

Dalam putusan hakim, Nurhadi juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 500 juta dengan ketentuan apabila tak dibayar akan digantikan dengan pidana kurungan selama 3 bulan penjara.[]