News

KPK Cecar Sekretaris DPD Nasdem Lamteng Terkait Aliran Korupsi Pengadaan Barang


KPK Cecar Sekretaris DPD Nasdem Lamteng Terkait Aliran Korupsi Pengadaan Barang
Bupati Lampung Tengah Mustofa saat mengenakan baju orange KPK (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Tim penyidik pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar 2 saksi yang hari ini diminta keterangannya terkait aliran uang suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan kerja Pemerintah kabupaten lampung Tengah (Lamteng).

kedua saksi tersebut yakni, mantan Wakil Bupati Lampung Utara Sri Widodo, serta Sekretaris DPD Partai Nasdem Lampung Tengah Paryono. Keterangan keduanya untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka anggota DPRD Kabupaten Lamteng Zainudin (ZN).

"Penyidik mendalami keterangan saksi terkait penggunaan uang-uang yang telah dikumpulkan oleh pihak Mustafa (Eks Bupti Lamteng) dari para calon rekanan," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di gedung KPK, Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Sejauh ini, KPK telah menetapkan tujuh tersangka dalam perkara tersebut, salah satunya adalah mantan Bupati Lamteng, Mustafa.

Selanjutnya, berdasarkan pengembangan, KPK menemukan ada tiga perkara berbeda terkait rasuah di Lamteng. Selain suap pengadaan barang dan jasa, Pemkab Lamteng juga terindikasi kasus suap kepada DPRD Kabupaten Lampung Tengah terkait pinjaman daerah pada APBD Tahun Anggaran 2018.

Selanjutnya, mantan Bupati lamteng, Mustafa juga diduga menerima hadiah atau janji terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lampung Tengah Tahun Anggaran 2018.

Kisaran "fee" yang diterima sebesar 10% hingga 20% dari nilai proyek, sehingga jika ditotal penerimaan fee dan gratidikasi yang diterima Mustafa nilainya sebesar Rp95 miliar.

Untuk diketahui, sebelumnya Mustafa telah divonis oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta dengan pidana 3 tahun penjara, denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan atas perkara memberikan atau menerima hadiah atau janji kepada anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah terkait persetujuan pinjaman daerah untuk APBD Lampung Tengah 2018.