News

KPK Buka Peluang Jadikan Alfamidi Tersangka Korporasi

KPK Buka Peluang Jadikan Alfamidi Tersangka Korporasi
Gedung Merah Putih KPK (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang menetapkan PT Midi Utama Indonesia (Alfamidi) sebagai tersangka korporasi. 

Pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri mengatakan, peluang itu ada lantaran adanya dugaan uang suap pembangunan gerai Alfamidi di Ambon disiapkan dari korporasi, bukan perorangan.

"Kami tentu juga akan analisis soal hal tersebut (keterlibatan Alfamidi)," kata Ali dalam keterangannya, Selasa (9/8/2022).

baca juga:

Ali menuturkan pihaknya bakal tegas dan tak pandang bulu dalam mengusut tuntas kasus suap yang menjerat eks Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy. 

Ali menyebut semua pihak yang diduga terlibat dipastikan bakal diproses hukum sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

"Namun demikian saat ini kami masih fokus pada pemenuhan kelengkapan alat bukti suapnya lebih dahulu dengan tersangka RL (Richard Louhenapessy) dan kawan-kawan dimaksud," ujar Ali.

Sebelumnya, KPK menduga asal usul uang suap untuk mantan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy diyakini sebagai bentuk kesepakatan untuk memuluskan pembangunan gerai di Ambon. Uang itu diyakini berasal dari korporasi PT Midi Utama Indonesia (Alfamidi).

Tudingan itu didapati KPK usai memeriksa General Manager License PT Midi Utama Indonesia Agus Toto Ganeffian. Dia diperiksa sebagai saksi terkait perkara tersebut.

"Hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dugaan adanya aliran sejumlah uang dari PT MIU (Midi Utama Indonesia) melalui dari tersangka AR (Amri), yang kemudian diduga digunakan dalam proses pengurusan persetujuan izin prinsip pembangunan cabang retail tahun 2020 di Kota Ambon," kata Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (8/8/2022)