News

KPK Blokir Rekening PT Diratama Jaya Mandiri

Pemblokiran rekening dilakukan karena diduga terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Helikopter Augusta Westland-101


KPK Blokir Rekening PT Diratama Jaya Mandiri
Penahanan Tersangka John Irfan Kenway Terkait Kasus Dugaan Pembelian Helikopter AW-101 di Gedung Merah Putih KPK (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memblokir rekening PT Diratama Jaya Mandiri karena diduga terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Helikopter Augusta Westland (AW)-101. 

"Pemblokiran dilakukan sebagai langkah awal dari KPK dalam upaya sita uang simpanan dari tersangka. Selanjutnya dapat dirampas untuk pemulihan kerugian keuangan negara, sesuai putusan pengadilan nantinya," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (27/5/2022).

Rekening PT Diratama Jaya Mandiri yang diblokir disebut berisi uang senilai Rp 139,4 miliar. Ali menyampaikan pemblokiran dilakukan karena rekening diduga ada kaitan erat dengan perkara  korupsi pengadaan heli AW-101 yang saat ini sedang diselidiki KPK.

baca juga:

"Sebagaimana diketahui dari pengadaan helikopter ini diduga telah merugikan keuangan negara sebesar Rp224 miliar dari nilai kontrak Rp738,9 miliar atau sekitar 30 persennya," terang Ali.

Ali membeberkan tim penyidik lembaga anti rasuah akan terus melakukan pendalaman dan terus mengumpulkan berbagai informasi serta alat bukti untuk bisa melengkapi berkas perkara. Pihaknya berharap para pihak terkait dapat bersikap kooperatif dan membantu proses penyidikan KPK.

"Kami berharap para pihak terkait untuk kooperatif agar penanganan perkaranya bisa segera diselesaikan sesuai kaidah-kaidah hukum secara efektif dan efisien," jelas Ali.

Belum lama ini KPK melakukan upaya penahan paksa terhadap Irfan Kurnia Saleh alias John Irfan Kenway. Irfan merupakan direktur utama PT Diratama Jaya Mandiri yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka.

PT Diratama Jaya Mandiri diketahui merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa peralatan militer nonsenjata yang menjadi penyedia heli AW 101.[]