News

KPK Berikan Pembekalan Antikorupsi ke Partai Amanat Nasional

KPK berharap PAN bisa terlibat secara aktif dalam gerakan antikorupsi di lingkungan partai politik.


KPK Berikan Pembekalan Antikorupsi ke Partai Amanat Nasional
Gedung Merah Putih KPK (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  akan memberikan pembekalan antikorupsi pada Partai Amanat Nasional (PAN) pada Rabu (25/5/2022) di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari Executive Briefing kepada 20 pimpinan dan pengurus partai politik (parpol) dalam Program Politik Cerdas Berintegritas (PCB) Terpadu pada Rabu, 18 Mei 2022 yang lalu.

Berdasarkan pantauan AKURAT.CO, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan telah hadir di Gedung Dewas KPK pada pukul 09.00 WIB dengan mengenakan batik berwarna biru dengan motif putih dan celana panjang hitam.

baca juga:

Kehadiran Zulhas sapaan akrab Zulkifli Hasan juga dijadwalkan bersama 60 pengurus DPP PAN. Selebihnya para pengurus DPD/DPW dan DPC mengikuti kegiatan pembekalan secara daring

"Dalam pembekalan ini akan disampaikan materi dalam bentuk ceramah tentang tindak pidana korupsi dan membangun integritas partai politik, serta cara meningkatkan kesadaran berpolitik dalam penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) yang bersih dan bebas dari korupsi," ucap Plt Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan Ipi Maryati Kuding dalam keterangannya, Rabu (25/5/2022).

Ipi juga menyampaikan dalam kegiatan tersebut, Pimpinan KPK Firli Bahuri juga akan turut hadir untuk memberikan pembekalan serta arahan terkait pemberantasan korupsi.

"Selain itu juga akan ada sesi dialog membahas upaya dan inisiatif strategis, capaian, tantangan dan kendala yang dihadapi parpol dalam pemberantasan korupsi serta upaya pembangunan budaya politik berintegritas," jelas Ipi.

Ipi membeberkan dalam kegiatan ini nantinya juga akan ada penandatanganan komitmen Ketua Umum PAN untuk menginternalisasi dan membangun integritas internal parpol.

Ipi menjelaskan, bentuk dari komitmen tersebut yakni terkait dengan Integritas parpol dalam hal menolak money politic, benturan kepentingan, suap, pemerasan, gratifikasi dan tindak pidana korupsi lainnya.