News

KPK Beberkan Asal Gratifikasi yang Diterima Nurhadi dan Menantunya

Dirut perusahaan yang memberikan uang kepada Nurhadi yakni, Dirut PO Jaya Utama, Dir Dian Fortuna Erisindo Dirut PT Multi Bangun Sarana dll


KPK Beberkan Asal Gratifikasi yang Diterima Nurhadi dan Menantunya
Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK membacakan surat dakwaan terhadap bekas Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyanto yang didakwa menerima suap Rp45,726 miliar dan gratifikasi Rp37,287 miliar di pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (22/10) (ANTARAFOTO)

AKURAT.CO, Jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), membeberkan sumber suap dan gratifikasi yang diterima eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono.    

JPU KPK, Wawan Yunarwanto dalam membacakan surat dakwaan bahwa Nurhadi dan Rezky telah menerima suap dan gratifikasi sebesar Rp37 miliar sejak 2014 hingga 2017 dari sejumlah Direktur Utama (Dirut) perusahaan yang berperkara di pengadilan negeri, banding, hingga kasasi di MA. 

"Terdakwa I (Nurhadi) memerintahkan terdakwa II (Rezky) untuk menerima uang dari para pihak yang memiliki perkara di lingkungan Pengadilan, baik di tingkat pertama, banding, kasasi, dan peninjauan kembali secara bertahap sejak 2014 hingga 2017," kata Wawan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2020).     

Sejumlah Dirut perusahaan yang memberikan uang kepada Nurhadi yakni, Direktur Utama PO Jaya Utama, Handoko Sutjitro. Handoko disebut pernah memberikan uang kepada Nurhadi melalui rekening Rezky sebesar Rp600 juta, dan melalui rekening Soepriyo Waskito Adi sejumlah Rp1,8 miliar.        

"Handoko Sutjitro menyerahkan uang tersebut kepada terdakwa I dalam rangka pengurusan perkara Nomor 264/Pdt.P/2015/PN.SBY dan perkara tersebut dimenangkan oleh Handoko Sutjitro," ujar Wawan.      

Kedua, uang suap yang diberikan Direktur Dian Fortuna Erisindo, Renny Susetyo Wardhani kepada Nurhadi melalui rekening Rezky Herbiyono sebesar Rp2,7 miliar. Uang itu diduga untuk memuluskan perkara gugatan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Renny ke pengadilan.       

Ketiga, suap dan gratifikasi dari Direktur Utama PT Multi Bangun Sarana, Donny Gunawan diberikan kepada Nurhadi melalui rekening Rezky sebesar Rp2,5 miliar dalam empat kali transaksi. Melalui rekening Calvin Pratama sebesar Rp1 miliar, dan melalui rekening Yoga Dwi Hartiar Rp3,5 miliar.         

"Donny Gunawan menyerahkan uang itu kepada terdakwa I (Nurhadi) dalam rangka pengurusan perkara di Pengadilan Negeri Surabaya No.100/Pdt.G/2014/PN.SBY dan Pengadilan Tinggi Surabaya Nomor 723/Pdt./2014/PT.Sby serta di Mahkamah Agung RI Nomor 3320 K/PDT/2015," papar Jaksa Wawan. 

Keempat, suap dan gratifikasi dari Direktur PT Benang Warna Indonusa, Freddy Setiawan diterima Nurhadi. Freddy mentransfer uang ke Nurhadi melalui rekening HR Santoso SH dengan nominal Rp23,5 miliar sejak 19 Mei 2015 hingga 3 Maret 2017.         

Ridwansyah Rakhman

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu