News

KPK Bantah Kabar Soal Ekspose Kasus Formula E

KPK Bantah Kabar Soal Ekspose Kasus Formula E
Juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri di Gedung Rupbasan, Cawang, Jakarta Timur (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan sampai saat ini belum menetapkan seorang pun sebagai tersangka dalam kasus dugaan rasuah penyelenggaraan ajang balap Formula E.

Sebab beredar kabar bahwa lembaga antirasuah bakal melakukan gelar perkara terhadap kasus dugaan rasuah Formula E pada pekan ini.

Menanggapi hal itu, juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri membantah pihaknya telah menetapkan seseorang sebagai tersangka dalam dugaan rasuah tersebut.

baca juga:

"Sejauh ini tidak ada informasi mengenai hal tersebut," ujar Ali dalam keterangannya, Kamis (22/9/2022).

Ali menuturkan pihaknya hingga kini masih mencari peristiwa pidana dalam kasus ini. Ali juga menjelaskan dugaan itu masih di dalam tahap penyelidikan.

"Hingga kini proses penyelidikan masih terus dilakukan oleh KPK," ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah saksi telah rampung dimintai keterangan oleh tim penyelidik KPK untuk mendalami adanya dugaan rasuah pada ajang balap internasional Formula E itu. Terbaru, Gubernur DKI Anies Baswedan telah dimintai keterangan untuk mendalami pengetahuannya terkait dengan perkara ini.

Anies diketahui diperiksa selama 11 jam pada Rabu, 7 September 2022. Ketua KPK Firli Bahuri menyebut pemeriksaan lama karena penyelidik meyakini Anies memiliki banyak informasi.

"Bukan waktu yang dimaknai, tapi marilah kita memaknainya adalah mungkin yang diperiksa banyak pengetahuannya tentang suatu peristiwa," kata Firli di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 8 September 2022.

Firli mengatakan Anies dipanggil karena mengetahui informasi yang dibutuhkan penyelidik untuk mendalami kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ajang balap di DKI Jakarta itu. Kedatangan Anies pastinya digunakan dengan maksimal oleh penyelidik.

Selain Anies, lembaga anti rasuah juga meminta keterangan kepada sejumlah pihak lainnya. Seperti mantan Sesmenpora Gatot S Dewa Broto dimintai keterangan oleh penyelidik KPK pada 16 Juni 2022.

Saat itu, Gatot mengaku diminta menjelaskan pemberian rekomendasi Formula E dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di era Imam Nahrawi. Rekomendasi dari Kemenpora dibutuhkan karena Formula E masuk dalam kategori olahraga. 

Kemudian, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi juga pernah dimintai keterangan serta klarifikasi oleh KPK terkait dugaan korupsi Formula E pada Selasa (22/3/2022).

Usai dimintai keterangan, Prasetyo menyampaikan, selama pemeriksaan, dirinya diajukan pertanyaan oleh tim penyelidik KPK mengenai anggaran Formula E senilai Rp180 miliar.

Prasetyo menjelaskan, terdapat anggaran Formula E yang dibuat tanpa konfirmasi oleh anggota Dewan di DPRD DKI. Maka dari itu, jelasnya, KPK pun menanyakan soal pembahasan anggaran ini kepada dirinya.

Namun demikian, Pras mengaku tidak mengetahui terkait adanya masalah pada anggaran Formula E tersebut. Ia juga meminta KPK agar menjalankan pemeriksaan terkait dugaan korupsi Formula E ini secara transparan dan akuntabel. []