News

KPK Bakal Turun Tangan Usut Dugaan Suap Skandal Pelarian Djoko Tjandra


KPK Bakal Turun Tangan Usut Dugaan Suap Skandal Pelarian Djoko Tjandra
Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) (AKURAT.CO/Bayu Primanda)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal turun tangan dalam menindak baik secara langsung maupun melalui koordinasi dan supervisi, jika ditemukan adanya dugaan suap dalam skandal perjalanan buronan perkara pengalihan hak tagih Bank Bali, Joko Tjandra di tanah air.

Terlebih sejauh ini, ada sejumlah perwira tinggi di Kepolisian yang terbukti membantu Joko Tjandra agar dapat melenggang keluar-masuk Indonesia tanpa terdeteksi. 

"Djoko Tjandra buron, kalau kehadiranmya dan aktivitasnya pada saat beberapa waktu lalu misalnya di-back up aparat penegak hukum atau aparat pemerintah kalau ada indikasi suap atau indikasi gratfikasi tentu kami akan lakukan penindakan lebih lanjut baik langsung maupun supervisi," ujar Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (22/7/2020) malam.

Kendati demikian, Ghufron mengatakan jika2 pihaknya belum memutuskan untuk mendalami kasus ini. Oleh karenanya, KPK akan berkoordinasi dan supervisi dengan kepolisian yang sedang menangani kasus skandal Joko Tjandra. 

Nantiny, jika dari penanganan yang dilakukan Kepolisian ditemukan adanya dugaan suap dan gratifikasi, maka KPK akan turut serta menangani kasus tersebut sejauh kewenangan yang dimiliki. 

"Artinya kami belum bisa memberikan kepastian. Kami akan melakukan supevisi maupun koordinasi karena teman-teman aparat penegak hukum lain sedang berproses. Kalau di dalamnya ada suap atau gratifikasi maka sebagaimana pasal 11 (UU KPK) adalah wewenang KPK," tukasnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Idham Aziz mencopot tiga jenderal Polri yang terbukti membantu pelarian Joko Tjandra di tanah air. Ketiga jenderal tersebut terdiri dari Kabiro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo.

Kemudian, Kepala Divisi Hubungan Internasional Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte dan Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigadir Jenderal Nugroho Slamet Wibowo.[]