News

Jika Dianggap Layak, KPK Siap Tindaklanjuti Laporan Amplop Ferdy Sambo ke Staf LPSK

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengungkapkan jika laporan dinilai layak, pihaknya bakal membuka penyelidikan untuk mendalami adanya dugaan tersebut.

Jika Dianggap Layak, KPK Siap Tindaklanjuti Laporan Amplop Ferdy Sambo ke Staf LPSK
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami laporan dugaan pemberian amplop dari mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo ke staf Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). 

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengungkapkan jika laporan dinilai layak, pihaknya bakal membuka penyelidikan untuk mendalami adanya dugaan tersebut.

"Sepanjang ada laporan dan laporan tersebut layak untuk kami tindaklanjuti melalui proses penyelidikan tentu kami akan tindaklanjuti," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (17/8/2022).

baca juga:

Adapun laporan itu diketahui saat ini masih ditelaah KPK dalam tahap verifikasi. KPK menegaskan laporan itu tidak akan diabaikan.

"Kalau (laporan) di pengaduan kami ada masuk, tentu secara prosedural, kami akan menindaklanjuti untuk untuk kemudian ditelusuri apakah benar laporan terseubut adanya dugaan tindak pidana korupsinya," ujar Ghufron.

Sebelumnya, Tim Advokat Penegak Hukum dan Keadilan (Tampak) menyambangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melaporkan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Pelaporan dari perkumpulan pengacara itu terkait pemberian amplop yang diduga berisi uang dari Sambo untuk staf Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) beberapa waktu lalu.

"Kami meminta KPK mengusut dugaan suap kepada staf LPSK," kata koordinator Tampak Roberth Keytimu di Gedung Merah Putih KPK, Senin (15/8/2022).

Dalam laporannya, Robert menyampaikan pihaknya membawa bukti berupa pemberitaan dari media daring. Bukti itu diyakini kuat untuk menjelaskan adanya dugaan suap yang dilakukan Sambo kepada LPSK.

"(Meminta KPK) melakukan penyelidikan dan penyidikan atas terjadinya dugaan suap kepada staf LPSK," ujar Roberth.

Kelompok pengacara itu juga meminta KPK mengusut semua dugaan suap dalam pengusutan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Termasuk adanya kabar mengenai Sambo yang menyiapkan miliaran rupiah untuk Bhayangkara Dua (Bharada) Richard Eliezer Pudihang.[]