News

KPK Dalami Tujuan Pengacara Lukas Enembe Temui Saksi-saksi

KPK Dalami Tujuan Pengacara Lukas Enembe Temui Saksi-saksi
Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) (AKURAT.CO/Bayu Primanda)

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mendalami tujuan kuasa hukum Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening yang diduga menemui sejumlah saksi dalam kasus kliennya itu.

Pendalaman ini dilakukan lewar pemeriksaan sejumlah saksi dan pengumpulan bahan bukti.

"Nanti tentunya kalau kita keterangannya dari saksi saksi yang diperiksa atau petunjuk-petunjuk lain sudah terpenuhi ya akan kita bikin suatu konstruksi yang mungkin terhadap pelanggaran-pelanggaran," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Karyoto di Jakarta, Jumat (2/11/2022).

baca juga:

Lembaga antirasuah telah mengantongi sejumlah informasi menyangkut pertemuan Roy dengan para saksi. Namun, KPK belum dapat membeberkan temuan tersebut. 

"Tentunya kami tidak akan banyak bicara dulu, karena belum banyak informasi yang kita dapat, baru satu-dua, satu-dua," ucap Karyoto.

Karyoto menjelaskan, pihaknya bisa saja membuka kasus dugaan perintangan penyidikan jika pertemuan itu di luar konteks tugas Roy sebagai pengacara Lukas. Akan tetapi, hal ini harus memiliki kecukupan alat bukti terlebih dahulu.

"Kalau memang semua berjalan biasa-biasa saja ya tentunya itu masih ada kaitannya dengan ranah penugasan tugas PH (penasehat hukum) untuk mendampingi klien," papar Karyoto.

Kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening telah diperiksa penyidik KPK pada Senin (28/11/2022) lalu. Roy diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi kasus suap dan gratifikasi APBD Papua yang menjerat kliennya tersebut.

"Saya diperiksa dengan 19 pertanyaan, saya sudah jawab semua dan sudah selesai. Kira-kira begitu," ujar Roy Rening kepada wartawan.

Lukas Enembe terjerat kasus suap sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yang melibatkan APBD Papua. Dia diduga menerima gratifikasi untuk memuluskan perizinan proyek tersebut.

Selain itu, Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) juga telah menelusuri adanya aliran dana mencurigakan dari rekening Gubernur Papua itu dan keluarganya.

PPATK menyebut adanya transfer dari rekening Lukas Enembe dan keluarganya ke rekening sebuah tempat perjudian di luar negeri yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah. 

Transfer dianggap ganjil karena Lukas Enembe disebut tidak memiliki usaha yang bisa membuktikan dana tersebut legal. Namun, pihak kuasa hukum menyatakan bahwa Lukas Enembe memiliki tambang emas ilegal yang sedang diurus perizinannya. []