News

KPI: Mohon Aparat Segera Selesaikan Kasus Perundungan dan Pelecehan Seksual MS

KPI rupanya tak ingin kasus pelecehan seksual dan perundungan yang dialami MS, salah satu pegawai KPI tak punya kepastian penyelesaian.


KPI: Mohon Aparat Segera Selesaikan Kasus Perundungan dan Pelecehan Seksual MS
Ketua KPI Agung Suprio (Tangkapan layar youtube KPI)

AKURAT.CO, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) rupanya tak ingin kasus pelecehan seksual dan perundungan yang dialami MS, salah satu pegawai KPI tak punya kepastian penyelesaian.

KPI ingin kasus itu segera mendapatkan kekuatan hukum tetap. Sehingga mereka bisa mengambil langkah hukum yang tepat atas perkara yang membuat KPI menjadi sorotan publik itu. 

"Kami berharap bahwa kasus ini bisa segera diselesaikan. Karena itu kami sampaikan mohon bisa segera diselesaikan kasus ini," kata Wakil Ketua KPI Mulyo Hadi Purnomo dalam konferensi pers, Selasa (30/11/2021). 

Saat ini, KPI belum bisa mengambil langkah tegas terhadap terduga pelaku pelecehan dan perundungan kepada MS. Sebab, kasus itu masih dalam proses penyelidikan oleh Polisi.

"Ya kalau ditanya memecat dan tidak memecat memang dasar tindakan, kebijakan atas pelanggaran yang dilakukan itu harus didasarkan pada peraturan. Jadi tidak bisa kemudian kami melakukan tindakan karena kami tidak berharap bahwa (kasus) ini kedua belah pihak ini ada di gedung ini di kantor ini," katanya. 

Penyelesaian hukum kasus tersebut, kata dia, sangat penting bagi KPI. Dengan selesainya proses hukum yang sedang berjalan di Polres Metro Jakarta Pusat, pihaknya bisa mengambil langkah hukum terutama kepada terduga pelaku pelecehan terhadap MS. 

"Agar kami bisa segera mengambil langkah yang lebih tepat berkaitan dengan terutama pada terduga pelaku," ujarnya. 

Sebelumnya, ia juga tak membantah disebut gagal mencegah perundungan dan pelecehan seksual oleh Komnas HAM.

"Tetap menjadi perhatian kami dan fokus kami adalah pemulihan korban. Jadi kalau kemudian dinyatakan bahwa kami gagal untuk melakukan (pencegahan) itu, ya mungkin juga bisa dikatakan seperti itu," katanya saat konferensi pers, Selasa (30/11/2021).[]