News

KPAI: 56,9 Persen Siswa Tidak Memahami Aplikasi Gratis Rumah Belajar Kemendikbud untuk PJJ


KPAI: 56,9 Persen Siswa Tidak Memahami Aplikasi Gratis Rumah Belajar Kemendikbud untuk PJJ
Seorang siswa mengerjakan soal ujian nasional secara online dengan menggunakan aplikasi berbasis telpon pintar di dalam rumah di Kawasan Cibubur, Jakarta, Senin (30/3/2020). Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makariem menyatakan ujian sekolah bisa dilakukan dengan berbagai macam opsi diantaranya melalui ujian daring atau dengan (akumulasi) nilai 5 semester terakhir guna mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19). (AKURAT.CO/Dharma WIjayanto)

AKURAT.CO, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dalam surveinya menemukan bahwa platform gratis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yakni “Rumah Belajar” masih banyak belum diketahui oleh siswa saat penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ditengah wabah corona atau COVID-19.

Siswa justru lebih sering menggunakan platform google classroom dan WhatsApp saat belajar di rumah. 

Hal tersebut disampaikan Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti saat memaparkan hasil survet tentang Penerapan PJJ melalui video conference, Jakarta, Senin (27/4/2020).

“Platform gratis ‘Rumah belajar’ dari Kemdikbud tidak diketahui  oleh 56,9% responden,” ungkap Retno.

Sementara yang mengetahui aplikasi gratis “rumah Belajar” Kemendikbud itu hanya 43,1%.

Retno menjelaskan, dari yang mengetahui, 76,6% menyatakan tidak pernah menggunakan aplikasi “Rumah Belajar”, sebab, tidak ada guru yang  menugaskan.

Sedangkan, 23,4% menyatakan menggunakan, karena memang ditugaskan gurunya.

Lebih lanjut, Retno mengatakan,selama PJJ para responden mengaku paling sering menggunakan media daring atau platform aplikasi google classroom yakni sebanyak 65,1%. Sebanyak 10,4% menggunakan aplikasi WhatsApp dan sisanya 24,5% menggunakan berbagai aplikasi seperti ruang guru, rumah belajar, zoom dan zenius.

Sekedar informasi, surve ini dilakukan pada 13-20 April 2020 dengan jumlah responden mencapai 1700 siswa. Para responden berasal dari 20 propinsi dan 54 kabupaten/kota.

Metode survey menggunakan metode deskriptif kuatitatif. Survei dilaksanakan dengan teknik multistage random sampling.

Adapun teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner yang diberikan menggunakan aplikasi google forms kepada 246 pengadu sebagai responden utama dan 1700 responden pembanding. Dari 1700 siswa yang menjadi rsponden survey PJJ KPAI juga termasuk para pengadu PJJ  yang 246 siswa tersebut.[]