News

Korut Laporkan Lebih Banyak Kematian Covid-19, Kim Jong-un Ambil 'Langkah Darurat' untuk Tangani Wabah

Negara terisolasi itu baru saja mengatakan total 42 orang telah  meninggal.


Korut Laporkan Lebih Banyak Kematian Covid-19, Kim Jong-un Ambil 'Langkah Darurat' untuk Tangani Wabah
Orang-orang yang memakai masker saat bepergian di tengah kekhawatiran atas Covid-19 di Pyongyang, Korut, 30 Maret 2020 (Kyodo/via Reuters)

AKURAT.CO  Korea Utara (Korut) telah melaporkan lebih banyak kematian sejak mengonfirmasi wabah Covid-19 di negaranya beberapa hari yang lalu.

Negara terisolasi itu baru saja mengatakan total 42 orang telah  meninggal. Laporan ini diungkap pada Minggu (15/5),  bersamaan dengan hari keempat Korut menjalani penguncian nasional untuk menekan pandemi yang akhirnya dikonfirmasi.

Pada Kamis (12/5), Korut untuk pertamakalinya mengakui wabah Covid-19 di negaranya, dan sejak  itu, mereka segera memerintahkan penguncian. Kantor berita negara KCNA mengatakan negara itu mengambil 'langkah-langkah darurat cepat' untuk mengendalikan epidemi.

baca juga:

"Semua provinsi, kota, dan kabupaten di negara ini telah dikunci total dan unit kerja, unit produksi, serta unit perumahan ditutup satu sama lain sejak pagi 12 Mei. Pemeriksaan ketat dan intensif terhadap semua orang sedang dilakukan," lapor KCNA pada Minggu.

Sehari sebelumnya, peringatan keras juga disampaikan oleh pemimpin Korut Kim Jong Un. Ia mengatakan bahwa penularan virus telah mendorong Korut ke dalam 'kekacauan besar'. Oleh karena itu, katanya, 'pertempuran habis-habisan' untuk mengatasi wabah harus dilakukan.

Menyusul itu, otoritas kesehatan langsung mendirikan lebih banyak pos pencegahan epidemi, dan berusaha mengangkut pasokan medis ke rumah-rumah sakit dan klinik. Sementara itu pejabat senior menyumbangkan obat-obatan cadangan, menurut KCNA.

Sebelumnya, sekitar 350 ribu orang dilaporkan mengalami gejala demam. Pada Minggu, angka ini naik, dengan KCNA melaporkan tambahan hingga 296.180 orang yang mengalami gejala demam. Pada Minggu itu juga, 15 orang meninggal .

Para ahli mengatakan bahwa Korut tampaknya tidak memiliki kapasitas untuk menguji puluhan ribu pasien yang bergejala tersebut. KCNA juga tidak mengonfirmasi berapa banyak yang positif Covid-19 dari kasus-kasus demam yang dicurigai itu.

Secara keseluruhan Korut telah melaporkan 820.620 kasus yang dicurigai, dengan 324.550 masih dalam perawatan medis, kata KCNA.[]