News

Korupsi PT Asabri, Penyidik Kejagung Kembali Sita Hotel Goodway Batam Milik Benny Tjokrosaputro

Penyidik kembali menyita hotel milik Benny Tjokrosaputra di Batam


Korupsi PT Asabri, Penyidik Kejagung Kembali Sita Hotel Goodway Batam Milik Benny Tjokrosaputro
Tersangka dugaan kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya yang juga Direktur Utama PT Hanson, Benny Tjokrosaputro, saat ditemui usai diperiksa di Gedung Kejagung RI, Jakarta, Selasa (25/2/2020) (AKURAT.CO/Faqih Fathurrahman)

AKURAT.CO, Tim penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menyita Hotel Goodway milik tersangka korupsi PT Asabri, Benny Tjokrosaputro di wilayah Batam, Kepulauan Riau. 

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus (JAM Pidsus Kejagung) Febrie Adriansyah mengatakan bahwa biaya operasional hotel dan pembangunannya itu berasal dari uang hasil korupsi PT Asabri. 

"Penyidik melakukan penyitaan terhadap Hotel Goodway di Batam terkait kepemilikan Benny Tjokro," kata Febrie kepada AKURAT.CO di gedung bundar Kejagung, Jakarta, Selasa (20/4/2021). 

Febrie menyebut, pihaknya masih menghitung nilai aset dari hotel tersebut. Hal tersebut untuk menambah nilai pengembalian kerugian keuangan negara yang ditimbulkan oleh perusahaan dana asuransi TNI-Polri tersebut. 

"Nanti nilainya kita hitung kembali," jelasnya. 

Lebih lanjut dikatakannya, penyidik juga berencana menyita hotel milik Benny Tjokrosaputro yang ada di wilayah Bandung, Jawa Barat.  Namun saat ini, pihaknya masih meminta izin sita dari Pengadilan Negeri setempat.

"Ada gedung di Bandung baru kita mohonkan izin ya itu terkait juga Benny Tjokro," jelasnya. 

Meski demikian, pihaknya belum melakukan penyitaan terhadap hotel milik Benny Tjokro yang ada di Bandung. 

"Kalau yang di Bandung masih proses. Tim masih di lapangan," ujar Febrie.

Sebelumnya, pihaknya menyita sebuah hotel milik tersangka Benny Tjokrosaputro, di Solo Baru, Jawa Timur. 

Febrie menyebut, akta pendirian Hotel itu atas nama Benny Tjokrosaputro dan adiknya yakni Jimmy Tjokrosaputro. Keduanya, merupakan pemilik saham mayoritas di hotel tersebut.

Dalam kasus ini, penyidik sudah menyita sejumlah 1.200 sertifikat tanah. Selain itu, ada satu tambang pasir besi. Lalu, sumlah unit apartemen. 

Teranyar dalam kasus ini, penyidik telah selesai melakukan perhitungan sementara aset yang telah disita dari para  tersangka. Jumlahnya mencapai Rp10,5 triliun. Jumlah ini bertambah Rp3 triliun dari perhitungan sebelumnya.

Febrie memastikan, tim penyidik terus melakukan penelusuran dan penyitaan aset milik para tersangka. Tujuannya, untuk mengembalikan jumlah kerugian negara yang ditimbulkan oleh perusahaan plat merah itu senilai Rp23,7 triliun.

Sebelumnya, penyidik menetapkan sembilang orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana investasi di PT Asabri. Mereka adalah Direktur Utama PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro. Lalu, Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat. Selain itu, penyidik juga menetapkan dua mantan Direktur Utama ASABRI sebagai tersangka. Keduanya adalah Mayjen (Purn) Adam Rachmat Damiri dan Letjen (Purn) Sonny Widjaya.

Kemudian, Direktur Utama PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, mantan Direktur Keuangan Asabri Bachtiar Effendi, mantan Direktur Asabri Hari Setiono, dan mantan Kepala Divisi Investasi Asabri Ilham W Siregar. Terakhir, Direktur Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo.[]

Erizky Bagus

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu