News

Korupsi PT Asabri, Kejagung Temukan Adanya Transaksi Tersangka ke Petinggi Sriwijaya Air

Korupsi PT Asabri, Kejagung Temukan Adanya Transaksi Tersangka ke Petinggi Sriwijaya Air
Direktur Penyidikan Jaksa Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah di Gedung Bundar Kejagung RI, Rabu (22/1/2020) (AKURAT.CO/Aricho Hutagalung)

AKURAT.CO, Tim penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung (Pidsus Kejagung) menemukan adanya transaksi yang dilakukan oleh salah satu tersangka ke petinggi Sriwijaya Air, dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejagung, Febrie Ardiansyah mengatakan bahwa penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap para petinggi PT Sriwijaya Air yang merupakan perusahaan maskapai penerbangan.

Kata Febrie, penyidik menemukan transaksi personal yang dilakukan antara mantan Direktur Utama PT Asabri, Mayjen (Purn) Adam Rachmat Damiri, dengan Chandra Lie yang merupakan pendiri sekaligus Wakil Komisaris Sriwijaya Air.

baca juga:

"Ada transaksi sifatnya personal, salah satu komisaris, Chandra Lie, dengan si Adam Rahmat Damiri," kata Febrie saat ditemui di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Selasa (16/3/2021) malam. 

Namun demikian, Febrie belum dapat menyimpulkan adanya perbuatan melawan hukum dalam transaksi yang dilakukan petinggi Sriwijaya Air dengan tersangka kasus korupsi PT Asabri. 

"Kita pastikan belum ada alat buktinya bahwa bisnis itu dalam kualifikasi sama-sama atas dasar tipikor (tindak pidana korupsi)," ucap Febrie. 

Febrie menjelaskan pemeriksaan yang dilakukan penyidik untuk menggali apakah ada uang dari PT Asabri yang digunakan oleh Adam untuk bertransaksi dengan Chandra. 

Sebab, apabila uang yang digunakan adalah milik perusahaan asuransi TNI-Polri ini, maka harus dilakukan penyitaan. 

"Penyidik pentingkan apakah uang ini dari asabri yang harus dilakukan penyitaan. Nah itu dilakukan pendalaman ke transaksi bisnis personal," tuturnya.