News

Korupsi PT Asabri, Aset yang Disita Belum Sepenuhnya Kembalikan Kerugian Negara

Korupsi PT Asabri, Aset yang Disita Belum Sepenuhnya Kembalikan Kerugian Negara


Korupsi PT Asabri, Aset yang Disita Belum Sepenuhnya Kembalikan Kerugian Negara
Aset milik tersangka yang disita dalam kasus korupsi PT Asabri (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus Kejagung) Ali Mukartono mengatakan bahwa sejumlah aset milik para tersangka yang telah disita dalam penyidikan kasus dugaan korupsi PT Asabri belum sepenuhnya dapat mengembalikan kerugian keuangan negara.  

Sebab nilai aset-aset tersangka yang disita belum mencapai setengahnya. Kata Ali, tim penyidik tindak pidana khusus (pidsus) masih menelusuri sejumlah aset tersangka.   

"Masih ditelusuri, belum, jauh dari dugaan kerugian negara masih jauh jumlahnya," kata Ali saat ditemui di gedung bundar Kejagung, Jakarta, Kamis (18/3/2021).  

Ali mengatakan, pihaknya masih menunggu audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait perhitungan kerugian keuangan negara dalam kasus korupsi dana investasi di perusahaan asuransi TNI-Polri ini.   

Hingga saat ini, dugaan sementara kerugian keuangan negara ditaksir mencapai Rp 23 triliun.   

"Masih menunggu perhitungan BPK. Dulu yang diumumkan dugaan awalnya Rp 23 triliun. Kalau diperbandingkan belum (sepenuhnya), jauh. Ini masih ditelusuri," ucap Ali.    

Sebelumnya diketahui, Kejagung telah  menyita sejumlah aset milik para tersangka korupsi PT Asabri, seperti mobil mewah, apartemen, lahan, tambang, hingga kapal tongkang milik tersangka.   

Kemudian beberapa mobil mewah yang disita dari tersangka Jimmy Sutopo, yakni satu unit Rolls Royce Phantom Coupe warna Hitam, satu unit Mercedes Benz type M-AMG S63 CPAT, dan satu unit Nissan Teana warna Hitam.  

Selain itu, Kejagung juga menyita total 23 ribu hektare lahan tambang nikel milik tersangka Heru Hidayat, karena  diduga berkaitan dengan kasus dugaan korupsi PT Asabri.