News

Korupsi Proyek Jalan di Bengkalis, KPK Tahan Petrus Edy Susanto

Tersangka kasus dugaan korupsi peningkatan Jalan Lingkar Pulau Bengkalis TA 2013-2015, Petrus Edy Susanto (PES) dilakukan penahanan oleh Tim penyidik KPK.


Korupsi Proyek Jalan di Bengkalis, KPK Tahan Petrus Edy Susanto
Direktur Penyidikan KPK Setyo Budiyanto (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Tersangka kasus dugaan korupsi proyek "multiyears" peningkatan Jalan Lingkar Pulau Bengkalis TA 2013-2015, Petrus Edy Susanto (PES) dilakukan penahanan oleh Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penahanan Wakil Ketua Dewan Direksi PT WIKA-Sumindo JO untuk kepentingan penyidikan kasus ini.

"Penyidik melakukan upaya paksa penahanan tersangka PES selama selama 20 hari pertama terhitung mulai 19 Oktober 2021 sampai 7 November 2021 di Rutan KPK Kavling C1," kata Direktur Penyidikan KPK Setyo Budiyanto saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (19/10/2021).

Namun karena tersangka Petrus Edy  sedang dilakukan penanganan medis di Rumah Sakit MMC, Jakarta Selatan, maka penahanan masih menunggu hasil pemeriksaan medis.

"Tentunya nanti akan disesuaikan dengan rekomendasi dari pihak medis atau tenaga medis apakah yang bersangkutan setelah mendapatkan perawatan kemudian dinyatakan sehat dan bisa kembali untuk dilakukan proses selanjutnya oleh penyidik atau kemudian dilakukan rawat inap. Kalau ada proses rawat inap tentunya terhadap tersangka akan dilakukan pembantaran," kata Setyo.

Sebelumnya KPK juga telah menetapkan sejumlah tersangka dalam perkara ini. Mereka adalah Didiet Hadianto (DH) selaku Project Manager PT WS JO; Tirta Adhi Kazmi (TAK) selaku PPTK; Firjan Taufa (FT) selaku Koordinator Administrasi Pemasaran Divisi 1 Medan PT Wika; dan I Ketut Suarbawa (IKS) yang telah diputus bersalah dalam perkara lain.

Dalam kontruksi perkara ini, tersangka Petrus diduga melakukan peminjaman bendera PT Sumindo (SM) untuk bermitra dengan PT Wijaya Karya (Wika). Petrus kemudian membentuk kerjasama operasi dengan nama PT WS JO untuk mengikuti pelelangan. Perusahaan tersebut kemudian ditetapkan sebagai pemenang lelang atas pekerjaan peningkatan Jalan Lingkar Pulau Bengkalis atau Multi Years TA 2013-2015.

"Adapun tindakan tersangka PES meminjam bendera PT SM tersebut dikarenakan salah satu perusahaan yang diusulkan oleh tersangka PES dilakukan black list oleh Pemkab Bengkalis," kata Setyo.

Sehingga kata dia agar bisa mengikuti proses lelang, tersangka Petrus diduga memanipulasi berbagai dokumen persyaratan lelang sedemikian rupa. Setelah proyek pekerjaan dimenangkan tersangka Petrus, dalam pelaksanaan pekerjaan diduga tidak melakukan evaluasi pelaksanaan proyek baik dari sisi mutu pekerjaan maupun volume item pekerjaan yang tidak sesuai dengan kontrak pekerjaan.

Selain itu, kata Setyo, ada persetujuan pengeluaran uang proyek yang dilakukan Petrus diberikan di antaranya kepada pejabat pembuat komitmen (PPK), pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) dan bagian keuangan Dinas PU Pemkab Bengkalis. Uang yang diberikan itu, diungkapkan Budi dipergunakan untuk pengurusan termin pembayaran maupun untuk keperluan lainnya.

"Akibat perbuatan tersangka PES, diduga telah mengakibatkan kerugian keuangan negara sejumlah sekitar Rp 126 miliar dari harga dasar proyek sebesar Rp 359 miliar," jelas Setyo. []