News

Korupsi Tanah Munjul, Sejumlah Pejabat Pemprov DKI Diperiksa KPK

Mereka diperiksa untuk melengkapi berkas Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur, Rudi Hartono Iskandar


Korupsi Tanah Munjul, Sejumlah Pejabat Pemprov DKI Diperiksa KPK
Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri (Antara Foto)

AKURAT.CO, Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa empat saksi terkait dugaan kasus pidana korupsi pengadaan tanah di Munjul Kelurahan Pondok Rangon,Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta Tahun 2019.

Di antara saksi yang diperiksa adalah Kepala Badan Pengelolaan Keuangan (BPKD) Provinsi DKI Jakarta Edi Sumantri.

"Para saksi diperiksa untuk saksi RHI (Rudi Hartono Iskandar) Dkk," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (4/8/2021).

Adapun para saksi yang akan yang bakal diperiksa untuk tersangka Rudi Hartono Iskandar antara lain Faisal Syafruddin selaku Badan Pembina (BP) BUMD.

Kemudian Asep Erwin selaku pegawai di BPKD DKI, kemudian Edi Sumantri selaku  Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Farouk selaku pejabat BUMD DKI.

Diberitakan sebelumnya, Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur, Rudi Hartono Iskandar (RHI) telah dilakukan penahanan pada Senin lalu.

RHI ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan TPK pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta Tahun 2019.

"Untuk kepentingan proses penyidikan, Tim Penyidik melakukan upaya paksa penahanan pada tersangka RHI selama 20 hari pertama," kata Ketua KPK Firli Bahuri, Senin (2/8/2021).

Rudi akan ditahan terhitung mulai tanggal 2 Agustus 2021 sampai dengan 21 Agustus 2021. Dia akan mendekam di Rutan KPK Kavling C1.

"Lebih dulu akan dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari sebagai upaya antisipasi penyebaran Covid 19 di dalam lingkungan Rutan KPK pada Rutan KPK Kavling C1," kata Firli.

Adapun, dalam perkara ini, KPK telah menetapkan empat orang dan satu korporasi terkait kasus korupsi pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur Tahun Anggaran 2019.

Empat orang tersangka itu di antaranya Yoory C Pinontoan selaku Direktur Utama nonaktif Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya, Antara Runtuwene selaku Wakil Direktur PT Adonara Propertindo.

Kemudian, Tommy Adrian selaku Direktur Adonara Propertindo, Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur, Rudy Hartono Iskandar, dan satu tersangka korporasi yakni PT Adonara Propertindo.

Dalam kontruksi perkara ini, pada Februari 2019, Rudi Hartono Iskandar  meminta Anja dan Tommy Adrian melakukan pendekatan pada Yayasan Suster Cinta Kasih Carolus Boromeus dengan kesepakatan penawaran tanah ke PPSJ (Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya, tidak dibacakan) yang awalnya menggunakan nama Andyas Geraldo (anak RHI) dan kemudian sRHI ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan TPK pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta Tahun 2019.

"Untuk kepentingan proses penyidikan, Tim Penyidik melakukan upaya paksa penahanan pada tersangka RHI selama 20 hari pertama," kata Ketua KPK Firli Bahuri, Senin (2/8/2021).

Rudi akan ditahan terhitung mulai tanggal 2 Agustus 2021 sampai dengan 21 Agustus 2021. Dia akan mendekam di Rutan KPK Kavling C1.

"Lebih dulu akan dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari sebagai upaya antisipasi penyebaran Covid 19 di dalam lingkungan Rutan KPK pada Rutan KPK Kavling C1," kata Firli.

Adapun, dalam perkara ini, KPK telah menetapkan empat orang dan satu korporasi terkait kasus korupsi pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur Tahun Anggaran 2019.

Empat orang tersangka itu di antaranya Yoory C Pinontoan selaku Direktur Utama nonaktif Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya, Antara Runtuwene selaku Wakil Direktur PT Adonara Propertindo.

Kemudian, Tommy Adrian selaku Direktur Adonara Propertindo, Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur, Rudy Hartono Iskandar, dan satu tersangka korporasi yakni PT Adonara Propertindo.

Dalam kontruksi perkara ini, pada Februari 2019, Rudi Hartono Iskandar  meminta Anja dan Tommy Adrian melakukan pendekatan pada Yayasan Suster Cinta Kasih Carolus Boromeus dengan kesepakatan penawaran tanah ke PPSJ (Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya, tidak dibacakan) yang awalnya menggunakan nama Andyas Geraldo (anak RHI) dan kemudian surat penawaran tersebut diubah menggunakan nama Anja sebagai pihak yang menawarkan. []